Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Selamatkan Aset, PT Timah Lakukan Pengamanan Wilayah dari Aktivitas Tambang Liar Tak Berizin

PT Timah Tbk bersama Kepolisian Resor Bangka Selatan berhasil melakukan pengamanan terhadap aksi tambang liar tak berizin

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: khamelia
(Ist/PT Timah)
Aktivitas tambang di Dusun Air Inang Desa Keposang Kabupaten Bangka Selatan tampak dari atas 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - PT Timah Tbk bersama Kepolisian Resor Bangka Selatan berhasil melakukan pengamanan terhadap aksi tambang liar tak berizin di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berlokasi di Dusun Air Inang Desa Keposang Kabupaten Bangka Selatan pada Selasa, (22/6/2021).

Dalam kegiatan pengamanan ini, PT Timah Tbk berhasil menemukan sebanyak empat unit sakan milik penambang tanpa izin yang menambang di IUP ataupun Konsesi PT Timah yang di kawasan ini juga berhasil ditemukan sebanyak enam unit ekskavator.

Selain menemukan empat unit sakan di lokasi, PT Timah bersama Polres Bangka Selatan juga berhasil mengamankan sebanyak 16 kampil timah  atau lebih kurang berbobot 345 kg.

Sekretaris Perusahaan PT Timah, Abdullah Umar Baswedan menyatakan aksi pengamanan yang dilakukan oleh PT Timah kali ini bertujuan untuk melaksanakan pengamanan sekaligus menjaga konsesi yang dimiliki oleh PT Timah dari pihak-pihak yang tak memiliki izin secara resmi dari PT Timah.

"Kegiatan ini sengaja kami lakukan karena kami sebagai pemilik konsesi dan kami harus melakukan pengamanan terhadap siapapun yang beraktivitas tanpa izin," ujar Abdullah.

PT Timah lanjutnya melaksanakan pengamanan aset ini juga sebagai upaya untuk menjaga potensi cadangan yang dimiliki perusahaan, dimana setiap bijih timah yang keluar dari konsesinya tanpa dapat diidentifikasi ke dalam hasil produksi pemilik IUP maka tentunya memiliki potensi kerugian bagi pemilik IUP.

"Jika di sini saja diperkirakan menghasilkan 20 Ton hingga 25 Ton Bijih Timah per bulan, maka mengacu pada rata-rata harga logam Timah di medio 2021 ini dapat diperkiraan terjadi potensi kerugian di kisaran Rp 6 hingga Rp 8 milyar rupiah per bulan," tuturnya.

Ia menambahkan sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 77K/90/MEM/2019 tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral maka pengamanan harus dilakukan terhadap penambang maupun pihak-pihak yang tidak memiliki izin.

"Melalui Kepmen ESDM tersebut, kami terus berupaya untuk menjaga dan mengamankan segala sesuatunya baik itu kawasan atau lokasi, bangunan atau instalasi dan atau usaha di bidang energi dan sumber daya mineral serta sebagai pemilik konsesi," imbuhnya.

Sebelum melakukan penertiban atau pengamanan di lokasi khususnya di Dusun Air Inang, Abdullah menyebutkan jika pihaknya telah melakukan langkah-langkah persuasif dan
imbauan bagi para penambang yang tidak memiliki izin tapi menambang di wilayah konsesi
PT Timah.

"Namun sayangnya langkah-langkah persuasif kami tidak juga diindahkan, sehingga untuk meminimalisasi potensi kerugian perusahaan dan juga negara kami dari PT Timah berupaya melaksanakan giat pengamanan aset dengan kegiatan seperti ini," jelasnya.

Menurutnya, PT Timah telah membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menambang di IUP PT Timah dengan pola kemitraan sehingga masyarakat dapat menambang dengan legal sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Abdullah turut mengucapkan terimakasih kepada Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah operasional masing-masing yang telah membantu jalannya pengamanan ini.

"PT Timah sudah berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum dalam melaksanakanpengamanan aset dan jika ditemukan tidak kesesuaian dan potensi pelanggaran maka akan dilanjutkan dengan pelaporan kepada penegak hukum," ungkapnya. (jhk)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved