Breaking News:

Penambang Tewas di Pemali

Soal Kecelakaan Tambang Renggut Dua Korban Jiwa, Begini Kata Kapolsek dan Kabid Komunikasi PT Timah

Kapolsek Pemali, Ipda Reza Irawan ditemui usai evakuasi dua korban Laka Tambang di Tambang 142 IUP PT Timah Tbk, Rabu (23/6/2021) memberikan

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kapolsek Pemali Ipda Reza Irawan saat berada di Puskemas Pemali mengantar korban meninggal laka tambang di TB 142 Pemali milik PT Timah Tbk Rabu (23/6/2021). (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)  

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kapolsek Pemali, Ipda Reza Irawan ditemui usai evakuasi dua korban Laka Tambang di Tambang 142 IUP PT Timah Tbk, Rabu (23/6/2021) memberikan penjelasan terkait kejadian.

Menurut Kapolsek, kejadian tersebut berdasarkan keterangan saksi terjadi pada Pukul 03.00 WIB. Namun pihaknya baru mendapatkan informasi sekitar Pukul 05.00 WIB.

Selanjutnya anggota Polsek Pemali bersama Tim SAR melalukan pencarian guna mengevakuasi korban. "Jadi ada 6 orang penambang saat kejadian dimana dua orang tertimbun tanah dan 4 orang selamat diantaranya ada yang luka berat, penambang yang selamat baru melaporkan kejadian pukul 05.00 WIB ke penjagaan keamanan PT Timah," katanya.

Kapolsek mengatakan, bahwa setelah dilakukan upaya pencarian termasuk mengerahkan alat berat. Dua korban yang tertimbun longsoran tanah berhasil ditemukan sekitar Pukul 09.30 WIB.

Selanjutnya satu korban dibawa langsung oleh keluarga sedang satu korban lagi dibawa ke Puskemas Pemali kemudian dilakukan visum.

"Jadi dua korban tertimbun longsoran tanah ditemukan sekitar Pukul 09.30 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia," katanya.

Kapolsek menambahkan, bahwa para penambang yang masuk kelokasi dipastikan masuk secara ilegal. Sebab berdasarkan informasi pihak keamanan kerap melakukan patroli dan menertibkan warga jika melakukan aktifitas penambangan dilokasi.

"Mereka masuk secara ilegal, tahu kawasan tersebut telah ditutup dan tahu resiko yang dihadapi karena berbahaya," katanya.

Sementara itu Anggi Siahaan, Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk menyatakan bahwa lokasi tambang tempat kejadian masuk IUP PT Timah Tbk.

Namun saat ini masih ditutup dan tidak beroperasi. Selain itu patroli dan penertiban kerap dilakukan pihak keamanan dilokasi menertibkan para penambang ilegal yang masuk ke lokasi.

"Benar itu masuk IUP kita tapi sedang tidak beroperasi. Korban kejadian pagi tadi dipastikan menambang ilegal, keamanan kita kerap patroli dan menertibkan penambang ilegal," tambah Anggi.(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved