Breaking News:

Berita Pangkalpinang

18.775 Siswa Terdaftar PPDB SMA/SMK Online di Babel, Ini Faktor Penyebab Banyak Siswa Gagal

Tahap pertama total 3.582 pendaftar dan tahap kedua terdapat 15.193 pendaftar sehingga total dari kedua tahapan tersebut 18.775 pendaftar.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Balai Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Sukinda. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK untuk tahun ajaran 2021/2022 di Provinsi Bangka Belitung telah berakhir pada Rabu (23/6/2021) hingga pukul 24.00 WIB.

Pendaftaran tetap dilakukan melalui sistem daftar online melalui laman https://lpmpbabel.id/PPDB/dindikbabel/

Selanjutnya, pengumuman bakal dilakukan pada 29 Juni 2021, kemudian daftar ulang 30 Juni sampai 5 Juli 2021.

Diketahui jadwal PPDB tahap kedua untuk jalur zona SMA, reguler SMK, mutasi SMA/SMK telah dimulai, sejak Senin (21/6/2021) lalu.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Babel, untuk pendaftaran pada tahap pertama total 3.582 pendaftar dan tahap kedua yang berakhir pada malam tadi berjumlah 15.193 pendaftar sehingga total dari kedua tahapan tersebut 18.775 pendaftar.

Kepala Balai Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Sukinda, mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat siswa tidak lolos atau gagal dalam PPDB secara online.

"Tidak lolos PPDB itu kebanyakan masyarakat berkaitan dengan jalur zonasi, syarat kartu keluarga (KK) tidak sesuai dengan tempat tinggal,"jelas Sukinda kepada Bangkapos.com, Kamis (24/6/2021) di tempat kerjanya.

“Artinya begini, kadang-kadang masyarakat yang sudah lama tinggal di daerah tersebut KK belum dibuat, masih menggunakan KK lama, sementara ia ngotot untuk menyekolahkan anaknya sehingga tidak bisa.”

Kemudian, sambung Sukinda, persoalan lainnya, mengenai warga belum banyak paham mengenai zonasi tempat tinggal yang masuk dalam satu sekolah.

"Sehingga mereka masih susah untuk mendaftar dan tertumpak pada satu sekolah padahal sudah ditetapkan sesuai zona tempat tinggal. Selain itu kebanyakan masyarakat ini menginginkan anaknya sekolah di negeri saja sementara kuotanya terbatas," kata Sukinda Panitia PPDB SMA/SMK ini.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved