Breaking News:

Buaya Semakin Mengganas, Dukun se Beltim Gelar Pertemuan dan Lakukan Ritual Ini

Dukun yang hadir sendiri mewakili setiap kecamatan di Beltim dan dari masing-masing wilayah seperti dukun kampong, dukun air, dan dukun angin

Editor: Iwan Satriawan
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Ketua Dukun Se-Pulau Belitung Mukti Maharip, Wabup Khairil Anwar, dan para dukun saat melakukan ritual pembakaran dupa garu, Kamis (24/6/2021) di Balai Pertemuan Desa Lenggang. 

BANGKAPOS.COM-Konflik antara buaya dengan dengan manusia di kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kian sering terjadi.

Sepanjang tahun 2021 ini saja sudah empat orang tewas akibat keganasan buaya di tanah kelahiran Ahok dan Yusril Ihza Mahendra ini.

Menyikapi masalah tersebut tokoh adat atau dukun se-Belitung Timur berkumpul di Balai Pertemuan Desa Lenggang, Gantung, Kamis (24/6/2021).

Dukun yang hadir sendiri mewakili setiap kecamatan di Beltim dan dari masing-masing wilayah seperti dukun kampong, dukun air, dan dukun angin.

Mereka berkumpul bertujuan untuk mendiskusikan secara adat bagaimana menyelesaikan konflik manusia dengan buaya yang terjadi di Belitung Timur.

Suasana evakuasi pencarian korban diduga diterkam buaya di Desa Dukong, Simpang Pesak, Sabtu (19/6/2021).
Suasana evakuasi pencarian korban diduga diterkam buaya di Desa Dukong, Simpang Pesak, Sabtu (19/6/2021). (Ist/Humas Basarnas Belitung)

Dalam pertemuan itu, juga dilaksanakan ritual adat pembakaran dupa garu yang diakhiri dengan pembacaan doa tolak balak dari dukun yang terpilih mewakilkan seluruh dukun.

Ditemui usai acara, Ketua Dukun se-Pulau Belitung Mukti Maharip mengatakan pertemuan ini berangkat dari kegelisahannya melihat fenomena manusia diterkam buaya sebanyak dua kali dalam sepekan, pertama di Gantung dan kedua di Simpang Pesak.

Menurutnya hal tersebut terjadi karena ketidaksinkronan adat antar dukun kampong dan dukun air sehingga menyebabkan buaya itu menjadi ganas. Karena itu setiap dukun di wilayah masing-masing harus akur dan sinkron.

"Aku prihatin. Akhirnya aku komunikasi ke Wabup Beltim Khairil Anwar dan terjadilah pertemuan ini. Bagaimana membenahi Pulau Belitung ini khususnya Belitung Timur," kata Mukti.

Mukti bilang di Belitong adat dan tradisi masih sangat kental, bahkan ada yang namanya tali utan yang merupakan batas antara dukun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved