Breaking News:

Berita Bangka Barat

Endi Santai Usai Ikut Sunatan Massal di Polres Bangka Barat, “Sakit, Tapi Sedikit Saja”

Sebanyak 158 anak-anak yang tersebar dari berbagai daerah di Kabupaten Bangka Barat, mendatangi Polres Bangka Barat untuk mengikuti khitanan massal.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Polres Bangka Barat menggelar kegiatan khitanan massal di Gedung Catur Prasetya, Kamis (24/06/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Riuh suara anak-anak menggema saat Polres Bangka Barat, mengadakan kegiatan khitanan massal yang digelar di Gedung Catur Prasetya.

Sebanyak 158 anak-anak yang tersebar dari berbagai daerah di Kabupaten Bangka Barat, mendatangi Polres Bangka Barat untuk mengikuti khitanan massal secara gratis.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengungkapkan, kegiatan khitanan massal merupakan rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 75 Bhayangkara.

"Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk perhatian kita, lalu juga dengan adanya kegiatan ini juga menandakan kedekatan kita dengan masyarakat," ujar AKBP Agus Siswanto, Kamis (24/06/2021).

Selain itu khitanan massal dipilih untuk membantu masyarakat khususnya orang tua, agar anak-anak bisa dikhitan tanpa perlu memikirkan biaya.

"Ini merupakan suatu syariat Islam hukumnya wajib, kalau dari sisi medis ini adalah suatu kegiatan pembersihan diri yang telah di laksanakan para nabi kita terdahulu. Saya berharap kita doakan anak-anak ini, menjadi anak yang sholeh dan sholehah," tuturnya.

Sementara itu saat berlangsungnya khitanan massal, banyak dari orang tua yang sangat antusias melihat sang buah hatinya dikhitan.

Satu di antaranya Sukma (32) Warga Kecamatan Muntok yang sempat teriak, bahkan sebelum anaknya mulai dikhitan.

"Kaget tadi jadi teriak gitu, tapi tadi sunatnya berjalan lancar terima kasih juga kepada Polres Bangka Barat yang udah bikin kegiatan ini," tutur Sukma.

Berbeda dengan Sukma, satu di antara anak yang mengikuti khitan massal yakni Endi (7) terlihat tampak tenang saat proses khitanan berlangsung.

Dengan ditutupi kain sarung berwarna hijau tua, Endi pun sempat terlihat beberapa kali tersenyum tanpa rasa ada khawatir walaupun tiga dokter dan suara gemuruh memenuhi Gedung Catur Prasetya.

"Ada sakitnya, tapi gak terlalu sakit," ungkap Endi sambil memegang sarung seusai melakukan khitanan massal.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved