Breaking News:

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Jajaki Pembiakan Sapi Australia

Salah satu saran dari Mat Aji adalah membeli sapi indukan asal Australia yang saat ini telah diternak di Lampung, yang kemudian akan dikembangbiakkan

Editor: Fery Laskari
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi saat berbincang dengan Mat Aji (salah satu peternak sapi sukses di Provinsi Lampung), Rabu (23/06/2021) 

BANGKAPOS.COM , LAMPUNG - Saat berbincang dengan Mat Aji, salah satu peternak sapi sukses di Provinsi Lampung, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman tertarik dengan idenya untuk mengurangi ketergantungan sapi dari daerah luar hingga mewujudkan swasembada sapi di Babel.

Salah satu saran dari Mat Aji adalah membeli sapi indukan asal Australia yang saat ini telah diternak di Lampung, yang kemudian akan dikembangbiakkan di Babel. Berkaca kondisi saat ini bahwa Babel masih kekurangan kebutuhan daging sapi, maka terobosan-terobosan seperti ini bagi Gubernur Erzaldi harus dilakukan untuk meningkatkan produksi sapi Babel.

Nah, untuk mewujudkan hal itu Gubernur Erzaldi berencana akan menyiapkan lahan seluas 50 Ha sebagai tempat karantina sapi impor asal Australia.

"Hari ini saya beserta kadis pertanian beserta UPT pembibitan meminta masukan guna percepatan swasembada daging sapi di Babel," ungkap Gubernur Erzaldi saat berbincang denga Bapak Mat Aji.

Dibalik kesederhanaannya, Mat Aji mampu mengelola ribuan sapi dengan baik. Hal ini memberi motivasi bagi orang nomor satu di Babel tersebut.

"Arahan dan bimbingan ternyata banyak inovasi. Dari barang barang yang terbuang dapat menghasilkan sarana dan prasarana untuk peternakan sapi," ungkapnya lagi.

Sementara itu Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi yang ikut mendampingi kunjungan setuju dengan ide Mat Aji, dikarenakan dengan impor sapi indukan asal Australia langsung ke Babel, maka otomatis harga sapi di tingkat lokal jauh lebih murah dibanding dengan yang terjadi sekarang ini karena masih harus dibebani dengan biaya transportasi.

"Belinya dari Lampung yang memang langsung mengimpor dari Australia adalah salah satu solusinya. Kemudian dibawa ke Babel, otomatis biayanya akan lebih berkurang," ungkapnya menjelaskan tentang pola impor sapi.

Sebagai persiapan, pihaknya harus mempersiapkan berbagai hal, mulai dari berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dikarenakan menurunkan sapi dengan penumpang orang dari kapal tentunya berbeda.

Selain itu, Juaidi menjelaskan akan menyediakan lahan seluas 50 Ha sebagai lokasi karantina, serta bagaimana menerapkan manajemen pengelolaan, sumber pakannya dan instalasi lainnya. Tentunya perlu kerjasama antara pelaku usaha dengan BUMD, misalnya untuk penyediaan pakannya atau penyedia instalasi air minum dan sebagainya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved