Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kemenag Bangka Barat Melantik Pejabat Wakaf dan Zakat

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Barat melaksanakan pelantikan pengambilan sumpah jabatan pejabat

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Ist/Kemenag Bangka Barat).
Kepala Kemenag Bangka Barat, Syarifudin saat melakukan pelantikan pengambilan sumpah jabatan, Kamis (24/06/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Barat melaksanakan pelantikan pengambilan sumpah jabatan pejabat, di ruang pertemuan Kankemenag Bangka Barat.

Kepala Kankemenag Bangka Barat, Syarifudin mengungkapkan pelantikan dan pergantian jabatan, merupakan suatu rutinitas yang biasa dilakukan dalam suatu instansi dan harus disyukuri. 

"Alhamdulillah acara hari ini dapat berjalan dengan baik, sebuah momen pelantikan dan serah terima jabatan merupakan suatu hal yang rutin. Namun hari ini istimewa karena pak Almanto ini sudah begitu lama menjabat sebagai Plh, yang biasanya Plh hanya menjabat selama maksimal enam bulan. Banyak hak yang kewajiban sudah ditunaikan yang tidak diterima, kurang lebih empat tahun sudah melaksanakan tugas tanpa menerima tunjangan," ucap Syarifudin, Kamis (24/06/2021).

Satu lagi keistimewaan pelantikan yang disebutkan Syarifudin, yakni dipromosikannya Parhad menjadi penyelenggara zakat dan wakaf di Kankemenag Babar. 

"Pak Parhad juga sangat istimewa, karena ini merupakan promosi, jadi sebelumnya belum memiliki jabatan struktural, tunjangan kinerjanya naik, gradenya naik. Beliau juga pernah menjadi KUA Payung, saya ucapkan makasih sudah bergabung karena tantangannya di Bangka Barat ini cukup besar," jelasnya

Syarifudin juga berpesan kepada kedua pejabat yang baru dilantik, dan kepada seluruh ASN Kemenag Babar yang hadir untuk memiliki sifat moderat di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan program Kemenang RI. 

"Kita sebagai ASN harus memiliki sifat moderat, untuk tidak memperuncing suatu persoalan. Sifat moderat ini merupakan salah satu program Kemenag, kita bekerja juga begitu sepanjang kita masih diberi tugas oleh negara. Program moderat ini sudah dalam bentuk rencana strategis, kita berdiri ditengah-tengah jangan merasa benar. Hal ini karena orang memandang kebenaran yang kita anggap, bisa dengan perspektif yang berbeda," tuturnya. (Bangkapos.com/rilis/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved