Breaking News:

Advertorial

Pemprov Babel Ingin Memastikan Tak Ada Diskriminasi PPDB SMA/SMK

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus dipantau oleh seluruh pihak, agar tidak terjadi diskriminasi dan dapat mewujudkan penerimaan yang objektif

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus dipantau oleh seluruh pihak, agar tidak terjadi diskriminasi dan dapat mewujudkan penerimaan yang objektif serta transparan. Bahkan, hal tersebut mendapat perhatian langsung dari orang nomor satu di Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. 

Gubernur Erzaldi menyadari ada beberapa persoalan mengenai sistim PPDB yang harus segera dicari cara memperbaiki. 

Itu yang dirinya minta saat bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Babel Muhammad Soleh, Kepala Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK se-Babel dan Kepala Sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta se-Babel menghadiri kegiatan Koordinasi Pelaksanaan PPDB Babel secara virtual via aplikasi Zoom pada Kamis, (24/6/2021). 

“Seperti yang kita tahu, kegiatan penerimaan peserta didik baru sudah dimulai sejak tanggal 10 Juni 2021 lalu, dan sekarang saya mau memastikan kegiatan ini berjalan lancar,” ungkap Gubernur Erzaldi. 

Kata Bang ER, terdapat 3 tahapan penerimaan, yaitu afirmasi, prestasi, dan zonasi. Tahap afirmasi dan prestasi sudah terlebih dahulu dimulai, sedangkan tahap zonasi baru mulai dibuka tanggal 21 Juni 2021 lalu. Jika dihitung-hitung, kuota SMA/SMK se-Babel sebanyak 22.807 peserta didik mampu menampung 22.179 peserta didik lulusan SMP dan Paket B. Dari laporan Kepala Dinas Pendidikan Babel, terdapat beberapa permasalahan ketika penerimaan. 

Itu sebabnya gubernur yang dianugerahi sebagai kepala daerah yang peduli pendidikan oleh PGRI tahun lalu itu, membuka sesi dialog terbuka bagi semua pihak yang bergabung. Dan, diketahuilah beberapa permasalahan yang berasal dari lapangan. 

Pertama, di Bangka Selatan terdapat pengajuan piagam Pramuka Garuda. Sejatinya, prestasi memang perlu dihargai. Namun piagam Pramuka Garuda ini menimbulkan pertanyaan dari beberapa pihak, apakah ini bisa berlaku atau tidak sebagai prestasi. Kemudian untuk Hafiz Quran berapa batas minimal hafalan yang bisa dimasukkan dalam jalur prestasi. 

”Pramuka Garuda ini bagus pak. Kalau dia aktif sekali dalam bidang ini, tentu harus kita hargai. Tapi yang perlu kita ketahui, setahu saya, piagam Garuda dikeluarkan oleh provinsi, bukan kabupaten. Selanjutnya untuk Hafiz Quran, di atas 5 juz sudah bisa dimasukan ke jalur prestasi," ungkap Bang ER. 

Menanggapi permasalahan Piagam Pramuka Garuda, Gubernur Erzaldi menyampaikan kepada jajarannya untuk mengkroscek ulang validitas. 

Mengenai permasalahan serapan SMK, Kepala SMK Negeri 5 Kota Pangkalpinang menyampaikan minimnya kuota dari luar. Padahal seperti yang kita ketahui, SMK N 5 menjadi satu-satunya sekolah farmasi di Babel. Tentu peminatnya bukan hanya Pangkalpinang saja, sedangkan masyarakat lokal Kota Pangkalpinang, tidak semuanya mau sekolah di SMK. Seharusnya, SMK N 5 bisa menyerap SDM berkualitas dari luar kota Pangkalpinang yang benar-benar ingin belajar farmasi ini. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved