Breaking News:

Berita Bangka Tengah

PPDB Online di Bangka Tengah, Disdukcapil Belum Temukan Kendala Laporan Masalah NIK

Kendala saat melakukan pendaftaran PPDB, khususnya NIK yang sudah tidak aktif, maka pihaknya akan turut membantu mengaktifkan kembali NIK tersebut.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
(bangkapos.com/Sela Agustika)
Kepala Disdukcapil Bangka Tengah, Zulhasnan 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Kepala Disdukcapil Bangka Tengah, Zulhasnan menyebutkan selama pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pihaknya belum menerima komplain atau laporan terkait kendala Nomor Induk Keluarga (NIK) yang bermasalah atau tidak dapat terdaftar saat akan melakukan pendaftaran PPDB online.

"Alhamdulillah sejauh ini kawan-kawan belum ada melaporkan terkait NIK yang bermasalah saat pendaftaran, dan kerja sama kami dengan Dindik sejauh ini lancar-lancar saja," ungakap Zulhasnan kepada Bangkapos.com, Kamis (24/6/2021).

Ia mengungkan, jika memang ada kendala saat melakukan pendaftaran, khususnya NIK yang sudah tidak aktif, maka pihaknya akan turut membantu mengaktifkan kembali NIK tersebut.

"Jadi kalau memang NIK ini tidak aktif, kita akan bantu aktifkan, yakni dengan Konsolidasi atau menyamakan data NIK warga di sini dengan pusat. Kalau data di pusat tidak sama atau dipusat dengan pihak kementerian pendidikan tidak sama, maka yang di pakai nanti data yang kita input sesuai data di Kementerian Pendidikan," jelas Zulhasnan.

Kata Zulhasnan, pihaknya akan memberikan pelayanan dan menjembatani bagi orang tua yang terkendala NIK dalam pendaftatan siswa.

"Jadi jika memang ada masalah, maka datang aja ke kantor, kita siap membantu untuk menjembatani. Sepanjang itu belum keluar kita disdukcapil menjembatani langsung ke pusat dan menyampaikan ke kemntrian atau lembaga pengguna data," ujarnya.

Ia menambahkan, pihak kementerian memang selalu melakukan update data kependudukan yang dibuatkan setiap enam bulan sekali.

"Dari Disdukcapil pusat per 31 Desember selalu melakukan data kependudukan bersih yang dibuatkan setiap 6 bulan sekali. Sementara untuk di daerah kita kerja sama dengan data lokal dan kita ajukan dulu ke Pusat. Di mana untuk data terbaru ini bisa kita kasih data offline, tapi nanti mereka juga harus mengurus dan melaporkan data terakhir," ujarnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved