Breaking News:

Berita Kriminalitas

Mantan Pimcab Bank BUMN di Pangkalpinang Dilimpahkan ke Pengadilan, Diduga Korupsi Fasilitas Kredit

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang melimpahkan mantan Pimpinan BUMN

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Ist/Kejari Pangkalpinang
Kejari Pangklapinang limpahkan mantan Pimpinan Cabang BRI Pangkalpinang, Ardian Hendri Prasetyo alias AHP, ke Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Kamis (24/6) kemarin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang melimpahkan mantan pimpinan salah satu cabang Bank BUMN di Pangkalpinang, Ardian Hendri Prasetyo alias AHP, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Kamis (24/06/2021) kemarin.

Demikian yang disampaikan oleh Kepala Kejari (Kajari) Pangkalpinang Jefferdian, melalui Kasi Intelijen Ryan Sumartha Syamsu, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/06/2021).

Ryan menyebutkan, pelimpahan Ardian ini sendiri ke PN Pangkalpinang, untuk segera disidangkan berdasarkan Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Biasa Nomor : B-07/L.9.10/SPPAPB/Ft.1/06/2021, tanggal 24 Juni 2021.

"Memang benar, kemarin telah melimpahkan tersangka Ardian Hendri Prasetyo. Tersangka ini yang diduga telah melakukan Tipikor pemberian fasilitas kredit kepada 47 Debitur pada Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir Tahun 2017-2019," kata Ryan.

Ardian Hendri Prasetyo alias AHP, mantan pimpinan salah satu bank BUMN di Pangkalpinang diserahkan oleh Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) ke Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Senin (21/06/2021).

Ardian merupakan satu diantara 20 tersangka yang diduga tersandung dalam pusaran tindak pidana korupsi (Tipikor) pemberian fasilitas kredit kepada 47 Debitur pada Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir Tahun 2017-2019.

Sebelumnya, penyerahan Ardian ini sendiri oleh Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Babel Himawan, dan anggota yang diterima Eddowan, selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pangkalpinang.

"Hari ini, memang kami telah menerima tersangka Ardian dan barang bukti," ungkap Kepala Kejari (Kajari) Pangkalpinang Jefferdian.

Ia yang akrab disapa Jeff ini menegaskan, selanjutnya eks Pimcab BRI Pangkalpinang tersebut ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pangkalpinang selaku Penuntut Umum.

Penahanan Ardian ini terhitung sejak 21 Juni hingga 10 Juli 2021 sesuai dengan Reg. Tahanan No: RT-06/L.9.10/Ft.1/06/2021.

"Kami menahan tersangka di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bangka Belitung selama 20 hari kedepan. Nantinya, kami segera akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang," ucapnya

Lebih lanjut kajari menambahkan, jaksa penyidik Pidsus untuk sementara ini mempersangkakan Ardian diduga telah melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor  20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Eks Pimcab salah satu bank BUMN di Pangkalpinang ini juga dijerat dengan subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp28.500.000.000.

(Bangkapos.com/Rilis/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved