Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Satpol PP Kota Pangkalpinang Tunggu Penghuni Lokalisasi Teluk Bayur dan Parit Enam Lengah

Kasatpol PP kota Pangkalpinang Efran menyebut, pihaknya akan terus mengawasi dan menertibkan dua lokalisasi yang ada di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
istimewa
Sepuluh Pekerja Seks Komersial (PSK) di Teluk Bayur hari ini dipulangkan ke kampung halamannya, Rabu (23/6/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran menyebut, hingga kini pihaknya akan terus mengawasi dan menertibkan dua lokalisasi yang ada di Kota Pangkalpinang.

Lokalisasi yang dimaksud Efran adalah lokalisasi Teluk Bayur dan lokalisasi Parit Enam.

"Penertiban akan terus kita lakukan, ingat penertiban bukan penutupan karena kami tidak pernah membuka," ujar Efran kepada Bangkapos.com, Rabu (30/6/2021).

"Kemarin sudah pulang sepuluh tunggu pemulangan berikutnya bertahap, kalau sekarang seperti kemarin mereka kucing-kucingan kita cari waktu lengah mereka."

Efran menyebut, kerap kali ditemukan kedua lokalisasi tersebut masih beroperasi, namun ketika didatangi tim Pol PP tidak ada di tempat.

"Bisa jadi ada yang membocorkan atau yang menjaga setiap simpang-simpang jadi setiap ada Pol PP mereka langsung bubar."

"Posisi mereka ini tidak lagi ada di lokasi itu, kami sudah mengecek setiap hari, tapi mereka main kucing-kucingan. Kita sekarang masih menunggu waktu yang pas intinya kita tetap komitmen," tegasnya.

"Kita tidak ada target kapan harus selasainya, intinya terus akan kita tertibkan sampai bersih," tambahnya.

Dia menuturkan, Pemkot tidak pernah membuka lokalisasi tersebut, jadi mau tidak mau harus ditertibkan.

"Lokalisasi itu sudah lama berdiri dan Pemkot tidak pernah membuka itu, jadi kita tetap berupaya untuk tetap menertibkan itu, kita tidak ingin ada kegiatan prostitusi atau penyakit masyarakat itu di Kota Pangkalpinang ini," tuturnya.

Kata Efran, pihaknya sedang mencari waktu lengah dan akan siap menggerebek kedua lokalisasi itu.

"Kita tunggu waktu lengah mereka, akan kita gerebek dadakan nanti, namun ini sering bocor mereka tiba-tiba menghilang itu kesulitan kita bahkan yang kita ketahui dilapangan mereka ini sudah menggunakan sistem aplikasi online atau open booking (BO)" bebernya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina, menyebut pihaknya akan siap melakukan pemulangan Pegawai Seks Komersial (PSK) kembali jika didapatkan dari hasil penertiban.

Kata Rika, ada 10 PSK yang kemarin dipulangkan ke Jawa Barat sudah dikoodinasikan dengan Dinas Sosial Jawa Barat, dan masih dalam pengjitungan menggj akan berapa banyak anggaran.

"Tim kita yang ikut mengantar baru balik, jadi masih dalam hitung-hitungan berapa anggaran yang kita keluarkan untuk pemulangan 10 PSK kemarin, kalau sisanya kapan kami yergantung penertiban kapan selanjutnya," kata Rika.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved