Breaking News:

Advertorial

Atasi Permasalahan Sosial di Babel melalui Program Kampung Keluarga CIKAR

Sebagai upaya mengatasi permasalahan sosial di Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) membuat inovasi

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi Rosman saat mempersentasikan inovasi program daerah dihadapan 11 orang tim juri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI di Ruang Vidcon Gubernur, Jumat (1/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebagai upaya mengatasi permasalahan sosial di Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) membuat inovasi kebijakan dengan menjadikan 90% desa dan kelurahan potensial sebagai Kampung Keluarga Cerdas, Inovatif, Kreatif, Aktif, dan Responsif atau yang disingkat dengan Kampung Keluarga CIKAR.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Erzaldi Rosman saat memulai presentasi inovasi program daerah dihadapan 11 orang tim juri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI yang turut didampingi oleh Kepala DP3ACSKB, Asyraf Suryadin dan Kepala BKPSDM, Susanti yang bertempat di Ruang Vidcon Gubernur, Jumat (1/7/2021).

Saat ini, program Kampung Keluarga CIKAR masuk pada jajaran top 99 besar yang mampu mengalahkan ribuan program inovasi dari seluruh Indonesia. Adapun presentasi kali dalam rangka mewujudkan program Kampung CIKAR menuju top 45.

Gubernur Erzaldi mendukung penuh keberlanjutan program inovasi yang menyasar seluruh golongan, khususnya kelompok rentan, seperti perempuan, anak dan lansia tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Babel.

Dirinya memaparkan bahwa pokok permasalahan yang kerap terjadi di Babel diantaranya perkawinan anak usia dini, stunting, putus sekolah, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, serta permasalahan seputar keluarga. Akhirnya mendorong Pemprov. Babel berinovasi membuat program Kampung Keluarga CIKAR.

Lebih jauh Gubernur menjelaskan bahwa kunci dari keberhasilan program Kampung Keluarga CIKAR ini terletak pada sinergitas beberapa stakeholder atau Perangkat Daerah (PD) yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.

Agar sinergi ini terjadi, pihaknya membuat sebuah program kegiatan, yakni Kampung Keluarga CIKAR, dengan payung hukum melalui Pergub No 40 Tahun 2018 yang kemudian disempurnakan menjadi Pergub No 56 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kampung Keluarga CIKAR sebagai dasar penyelenggaraan program tersebut.

"Sektor-sektor yang dirangkul dalam sinergi ini antara lain sektor kesehatan, pendidikan, agama, lingkungan, pertanian, perkebunan dan ketahanan pangan serta koperasi UMKM, Dinas Kelautan, PU, Disperindag, dan program lintas sektor lainnya," paparnya

Sinergitas dari beberapa PD ditambah dengan BKKBN diharapkan dapat menciptakan program-program tersebut yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat serta menemukan solusi-solusi permasalahan keluarga yang ada di Bangka Belitung.

Adapun implementasi dari program Kampung Keluarga CIKAR menurut Gubernur Erzaldi adalah program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana, yang didalamnya terdapat program perlindungan anak. Kemudian peningkatan usaha industri rumahan yang menjadi kekuatan dimana kita dapat membuat keluarga-keluarga menjadi lebih sejahtera. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved