Breaking News:

Berita Kriminal

Koordinator Tambang Ilegal Beraksi Lagi, Kombes (Pol) Haryo: Sudahlah, Pokoknya Pasti Kita Tangkap

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kombes (Pol) Harryo Sugihartono, gerah mendengar

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
Kombes Pol Haryo Sugihartono 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kombes (Pol) Haryo Sugihartono, gerah mendengar sejumlah nama kordinator tambang timah ilegal (TI) di kolong Merbuk, Kenari dan Puguk, Koba kembali mencuat.

Apalagi, sebelumnya sejumlah kordinator tambang ini, sempat diamankan Ditreskrimsus Polda  Babel,  berikut barang bukti ratusan ton pasir timah serta kendaraan operasional.

Mereka adalah  Is, Sm, Ac, kemudian Ed, dan Ak. Di antara nama ke enam kordinator tersebut, beberapa di antaranya seperi Is, Sm dan Ac,  dikabarkan kembali mongkordinir aktivitas TI ilegal di Kolong Merbuk, Kenari dan Puguk.

Harryo, menyebut ia tak segan-segan mengambil tindakan hukum,  jika sejumlah nama tersebut  terbukti kembali menjadi kordinir aktivitas TI ilegal.

"Biarkan mereka (kordinator -red) itu bernafas dulu, nanti pasti akan kita tangkap," kata Harryo, ditemui usai Acara Syukuran HUT ke-75 Bhayangkara di Gedung Tribrata Polda Babel, Kamis (1/7/2021).

Namun perwira berpangkat tiga melati itu tak ingin berkomentar banyak ketika disinggung soal surat pernyataan yang ditanda-tangani para kordinator tersebut, sebelumnya. Lagi lagi Harryo, berjanji menindak tegas para kordinator tersebut. "Sudahlah, pokoknya pasti kita tangkap," tegasnya.

Dilansir sebelumnya disebutkan, Penyidik Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung menghentikan proses hukum terhadap enam koordinator TI Ilegal di Kawasan Merbuk, Puguk dan Kenari, Koba, Bangka Tengah.

Enam koordinator tersebut masing-masing berinisial, Is, Sm, Ac, kemudian Ed, dan Ak.

Setelah menjalani pemeriksaan yang cukup panjang, ke enamnya kemudian diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulang perbuatan serupa.

"Kami sudah melakukan pembinaan penertiban, jadi kita sudah memberikan warning terakhir kepada mereka berupa surat pernyataan. Jadi kita sifatnya pembinaan dan ini yang terakhir kali," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes Pol Haryo Sugihartono, beberapa waktu sebelumnya.(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved