Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pengelolaan Parkir Pasar Muntok, Pemkab Bangka Barat Angkat 21 Juru Parkir Jadi PHL

Untuk menghindari kondisi pengelolaan parkir Pasar Muntok kian semrawut, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kondisi parkir Pasar Muntok, setelah kebijakan portal satu kali bayar, Kamis (01/07/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Untuk menghindari kondisi pengelolaan parkir Pasar Muntok kian semrawut, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Bangka Barat  mengangkat 21 juru parkir sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL) 

Hal ini dilakukan menyusul kebijakan bidang perhubungan yang menerapkan, portal parkir dengan sistem satu kali bayar yang diterapkan mulai Kamis (01/07/2021) ini.

Sebelumnya uji coba sempat dilakukan selama tiga hari, dari uji coba tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat berhasil menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga empat kali lipat dari yang biasanya hanya mendapatkan Rp500.000 sehari.

"Kita sepakat mulai tanggal 23 Juni kemarin, sebelum itu sudah rapat dengan wakil bupati, dan kepala BPKAD bahwa mereka memutuskan oke. Mulai 1 Juli 2021 jukir di dalam Pasar Muntok sudah sebagai PHL Pemkab Bangka Barat di bawah dinas perkimhub, karena nanti lebih tertib secara administrasi dan pelaporan," kata Kabid Perhubungan Disperkimhub Bangka Barat, Juswardi, Kamis (01/07/2021) kepada Bangkapos.com.

Dengan diangkat sebagai PHL, Juswardi mengungkapkan hak dan kewajiban para jukir juga akan didapatkan sama seperti PHL di lingkungan Pemkab Bangka Barat lainnya.

"Kalau gajinya sekitar Rp 2,1 juta tapi dipotong untuk BPJS ketenagakerjaan, jadi kisaran Rp 2 juta lebih. Jadi mereka digaji bulanan itu lebih terkontrol memang terus duit yang masuk, dari parkir itu jadi setorannya utuh," jelas Juswardi.

Tidak hanya di Pasar Muntok, ke depan pihaknya juga akan memperbaiki sistem pengelolaan parkir di daerah Kabupaten Bangka Barat lainnya.

"Digali disiapkan nanti langsung diproses, nanti juga sistem ini pengen juga pengen di lorong tiga, terus di pasar Parittiga, Kelapa, dan Tempilang. Makanya ini masih bertahap mengerjakannya, karena salah satu pendorong daerah ingin maju yakni PAD lah kalau PAD minim bisa apa,"  kata Juswardi.

Kondisi parkir Pasar Muntok, setelah kebijakan portal satu kali bayar, Kamis (01/07/2021)
Kondisi parkir Pasar Muntok, setelah kebijakan portal satu kali bayar, Kamis (01/07/2021) (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sementara itu jukir Pasar Muntok yang telah diangkat sebagai PHL, Gema mengatakan saat ini menerima kebijakan dari Pemkab Bangka Barat.

"Terima aja sekarang tapi gak tahu ini seperti apa, kan baru ini jadi PHL. Ke depan gak tahu, kita coba dulu sama temen-temen lainnya juga pengen liat dulu seperti apa berjalannya ini," ucap Gema.

Lebih lanjut Gema yang sudah menjadi jukir sejak 2015 ini mengaku, pendapatan perbulan dari parkir bisa mencapai Rp 2 juta lebih sebelum adanya pemberlakuan portal satu kali bayar.

"Biasa kita dapat Rp 2 juta lebih, makanya kita lihat dulu ke depan seperti apa," ungkapnya.

Diketahui untuk kondisi Pasar Muntok sebelum adanya penerapan portal satu kali bayar, masyarakat harus beberapa kali membayar parkir jika kendaraannya berpindah tempat walaupun masih dalam kawasan Pasar Muntok.

Sedangkan saat ini masyarakat hanya perlu sekali membayar dengan tarif Rp 2.000, untuk kendaraan roda dua dan roda empat tanpa perlu menambah tarif parkir lagi jika kendaraan berpindah.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved