Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sampah Masih Menjadi Persoalan, DPRD Minta Pemkot Pangkalpinang Harus Ada Upaya Pengolahan Sampah

Sampah memang masih jadi persoalan sulit dan kompleks yang belum bisa sepenuhnya diatasi di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Ist/Arnadi
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sampah memang masih jadi persoalan sulit dan kompleks yang belum bisa sepenuhnya diatasi di Kota Pangkalpinang. Jumlah sampah diperkirakan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi menyebut, mestinya dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Kota Pangkalpinang harus punya Kebijakan Strategis Daerah (JAKSTRADA) dalam pengelolaan sampah.

"Masalahnya apakah Pangkalpinang sudah punya JAKSTRADA. Kalau sudah punya sejauh mana konsistensi pemerintah mengacu kepada kebijakan tersebut. Apalagi kondisi TPA Parit Enam sudah crowded, daya tampungnya sudah semakin kecil," kata Arnadi kepada Bangkapos.com, Kamis (01/07/2021).

Menurutnya, Pemkot Pangkalpinang harus memikirkan bagaimana mengolah sampah ini dari hulunya dulu. Sehingga yang masuk ke TPA nantinya hanya residunya saja.

"Misalnya dengan mengaktifkan kelompok masyarakat yang peduli sampah, menghidupkan Bank Sampah. Mengolah sampah menjadi barang bernilai manfaat untuk sampah kering dan kompos untuk sampah basah. Sehingga yanga masuk ke TPA nantinya hanya residunya saja," sarannya.

Sedangkan mengenai TPA Regional sampai hari ini belum terdengar lagi prosesnya, kata Arnadi TPA Regional kewenangan provinsi karena lintas Kabupaten Kota.

"Dulu kalau tidak salah ada rencana di Kabupaten Bangka Tengah, tapi sampai hari ini belum kedengaran lagi progresnya. Bahkan pada saat pembahasan perubahan RPJMD kota Pangkalpinang terkait isu lingkungan dan persampahan, TPA Regional ini semakin tidak jelas," tegasnya.

Diakuinya, TPA Regional bukan saja kewenangan Pemkot Pangkalpinang.

Dengan demikian ia meminta Pemkot Pangkalpinang dapat mengolah berbagai uapaya agar TPA Parit Enam tidak semakin parah.

"Makanya kami mendorong pemkot untuk mengolah sampah di hulu sebelum di buang agar TPA parit enam tidak semakin parah. Atau minimal mencari lokasi lain sebagai alternatif kalau kemudian Parit Enam sudah tidak bisa digunakan lagi," bebernya.

(Bangkapos.co./Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved