Breaking News:

Idul Adha

Takbir Keliling Dilarang, Ini Imbauan Kemenag Bangka Barat Jelang Iduladha 1442 Hijriah

Menjelang hari raya Idul Adha 1442 Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Barat menegaskan takbir keliling dilarang guna mengantisipasi kerumunan

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala Kantor Kemenag Bangka Barat, Syarifudin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menjelang hari raya Idul Adha 1442 Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Barat menegaskan takbir keliling dilarang guna mengantisipasi kerumunan dan menekan penyebaran Covid-19.

Hal ini pun diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Bangka Barat, Syarifudin menyusul adanya surat edaran nomor 15 tahun 2021, tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan salat hari raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban 1442 Hijriah.

"Malam takbiran pada prinsipnya, dapat dilaksanakan di semua masjid atau mushalla. Dilaksanakan secara terbatas paling banyak 10 kali dari kapasitas masjid, serta menerapkan protokol kesehatan," kata Syarifudin, Kamis (01/07/2021).

Sedangkan untuk takbir keliling, Syarifudin menegaskan hal tersebut telah dilarang karena memicu kerumunan.

"Kegiatan takbir keliling dilarang, kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushola sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushala," kata Syarifudin.

Selain itu untuk pelaksanaan salat Iduladha, Syarifudin mengatakan untuk daerah yang berada di zona merah dan oranye ditiadakan untuk dilakukan secara terbuka.

"Salat Iduladha diadakan di lapangan terbuka atau di masjid hanya di daerah yang dinyatakan aman, dari Covid-19 atau di luar zona merah dan orange. Hal ini berdasarkan penetapan pemda, serta satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat," jelasnya.

Sementara itu untuk pelaksanaan hewan kurban, disarankan untuk melakukan pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

"Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, tanggal 11, 12 dan 13, Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban. Terkait keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH, dapat dilakukan di luar RPH dengan protokol kesehatan yang ketat," tegasnya.

Tak hanya itu, untuk pembagian daging hewan kurban kepada masyarakat disarankan pihak masjid tidak menggunakan sistem kupon agar tidak adanya kerumunan atau antrian di masjid.

"Kegiatan pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban, serta disaksikan oleh orang yang berkurban. Pendistribusian daging dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di tempat tinggal masing-masing, dengan meminimalkan kontak fisik," saran Syarifudin.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved