Rabu, 29 April 2026

Virus Corona

Tanda-tanda Orang Kena Virus Corona Varian Delta, Segera Isolasi Mandiri dan Hindari 6 Tempat Ini

Gejala umum varian Delta antara lain sakit perut, hilang selera makan, muntah, mual, nyeri sendi, sakit kepala hingga sakit tenggorokan.

Tayang:
Editor: fitriadi
Freepik
Ilustrasi virus corona varian Delta 

BANGKAPOS.COM - Virus varian Delta (B.1617.2) sekarang jadi momom menakutkan masyarakat Indonesia.

Varian baru virus corona ini menyebar cepat dan telah menjangkiti banyak orang.

Varian baru virus corona ini banyak ditemukan di Jawa dan Bali sehingga dalam waktu dekat pemerintah pusat akan memberlakukan PPKM Darurat di wilayah tersebut.

Apa itu virus corona varian Delta?

Virus corona varian Delta pertama kali ditemukan di India

Varian baru Covid-19 ini dinilai lebih berbahaya karena lebih cepat menular antar manusia.

Dikutip dari forbes.com, varian Delta dikenal juga sebagai B.1.617.2, menjadi jenis baru dari Virus Corona Covid-19.

Risiko yang ditimbulkan dari varian delta tampaknya lebih mengerikan dari virus corona pada umumnya.

Varian Delta menyumbang sekitar 25 persen kasus, meningkat setiap harinya di Kansas.

Menurut laporan Forbes, varian baru ini ditengarai menyumbang sekitar 10 persen kasus corona di Amerika Serikat.

Beda gejala umum Virus Ccorona dengan varian Delta

Dikutip dari who.int, gejala virus corona yang paling umum hingga yang parah antara lain, demam, batuk kering, kelelahan, kehilangan rasa atau bau, hidung tersumbat, konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah), sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Gejala lainnya adalah nyeri otot atau sendi, berbagai jenis ruam kulit, mual atau muntah, diare, menggigil atau pusing, sesak napas, kehilangan selera makan, kebingungan, nyeri atau tekanan terus-menerus di dada, dan suhu tubuh tinggi di atas 38 °C.

Gejala Virus Corona Varian Delta

Gejala umum virus corona varian Delta antara lain sakit perut, hilangnya selera makan, muntah, mual, nyeri sendi, gangguan pendengaran, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek dan demam.

Jika Anda mengalami gejala-gejala Covid-19, sebaiknya segera lakukan isolasi mandiri.

Dalam Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dituliskan, isolasi mandiri dilakukan selama 10 hari sejak dinyatakan terjangkit COVID-19.

Jika tidak berkurang, tambahkan waktu isolasi selama 3 hari hingga Anda terbebas dari gejala demam dan gangguan pernapasan.

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, berikut ketentuan melakukan isolasi/karantina mandiri:

  • Ventilasi dan pencahayaan yang baik
  • Kamar manndi terpisah, tetapi jika tidak teredia lakukan desinfeksi rutin pada permukaan yang sering disentuh
    Kamar tidur terpisah
  • Hindari kontak dengan orang lain serta tidak bepergian dan tidak menerima tamu
  • Gunakan masker dengan benar
  • Cuci tangan dengan sabun
  • Jaga jarak
  • Disinfeksi/bersihkan permukaan dengan disinfeksi secara berkala
  • Tangani sampah dengan hati-hati
  • Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)
  • Pemantauan harian gejala
  • Berkoordinasi dengan puskesmas
  • Jika muncul gejala yang semakin parah segera lapor petugas
  • Orang yang merawat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan 3M.
  • Untuk mengatasi agar virus tidak terus tersebar, WHO juga menyarankan agar masyarakat mau melakukan vaksin.

Dikutip dari who.int, vaksin berguna untuk mengatasi penularan terus terjadi.

Namun masyarakat dianjurkan juga untuk terus mengenakan masker, membersihkan tangan, memastikan ventilasi yang baik di dalam ruangan, menjaga jarak secara fisik, dan menghindari keramaian.

Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, selain virus corona jenis baru varian delta, masyarakat juga perlu mewaspadai varian B.1.1.7 atau varian Inggris dan varian B.1.3.5.1.

Tingkat penularan dari varian baru Covid-19 di Indonesia mencapai 36 hingga 75 persen.

Maka Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat mengurangi mobilitas dengan tetap berada di rumah dan mematuh aturan protokol kesehatan yang berlaku.

Ciri-ciri terinfeksi corona varian Delta

Kepala petugas Kesehatan Queensland, dr Jeannete Young menyebut bahwa varian Delta ini dapat menulai melalui kontak dengan durasi sekitar 5 hingga 10 detik saja.

Sementara menurut Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Internasional di John Hopkins University, Dr Bhakti Hansoti, mereka yang terpapar varian Delta ini memiliki beberapa gejala umum, antara lain:

1. Sakit perut

2. Hilangnya selera makan

3. Mual

4. Nyeri sendi

5. Gangguan pendengaran.

Profesor Epidemologi Genetika di King's College London, Tim Spector, menyebutkan, gejala yang timbul akibat virus varian Delta itu seperti flu yang parah.

Ada beberapa gejala Varian Delta yang dilaporkan oleh penderitanya, yakni:

1. Sakit kepala

2. Sakit tenggorokan

3. pilek

4. Demam

Sementara batuk dan kehilangan kemampuan penciuman yang merupakan gejala awal Covid-19 jarang terjadi.

Tempat yang harus dihindari

Sementara itu, untuk mencegah penularan varian Delta yang cepat ini, ada sejumlah lokasi yang disarankan untuk dihindari menurut situs Inline yang dilansir dari Kompas Tren. Lokasi tersebut adalah:

1. Bar atau kafe

Para ahli menyebutkan bahwa bar atau kafe merupakan salah satu tempat berisiko penularan Covid-19 selama pandemi.

Memang memakai masker dan menjaga jarak bisa membantu mengurangi risiko, namun ketika berada di bar atau kafe, protokol kesehatan itu sulit dilakukan karena harus makan atau minum.

2. Gedung konser atau tempat ibadah

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan agar jangan menghadiri pertemuan yang melibatkan sekitar 10 orang atau lebih karena beririsiko terpapar virus.

Hal itu karena pertemuan itu berpotensi menimbulkan kontak dengan orang yang memiliki virus. Sementara jaga jarak akan sulit dilakukan pada pertemuan itu.

3. Transportasi umum

Jaga jarak sulit dilakukan di dalam transportasi umum.

Selain itu, kontak langsung dengan sesama penumpang pun berlangsung lama sehingga transmisi virus akan terjadi dengan cepat.

Apalagi, di kota-kota besar, transportasi umum cenderung penuh dan sesak.

Menurut Tony Abate, penumpang harus waspada terhadap permukaan yang sering disentuh pada transportasi, termasuk pegangan tangan dan tarikan pintu.

4. Pasar

Pasar juga berpotensi tinggi penularan virus varian Delta karena merupakan tempat orang berkumpul.

Di pusat perdagangan ini juga orang cenderung padat dan berdesakkan. Protokol kesehatan jaga jarak akan sulit dilakukan.

5. Sekolah

Sekolah juga menjadi lokasi potensial penularan virus corona varian baru.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pernah muncul klaster di Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa AD) di Bandung dengan jumlah kasus positif mencapai 1.262.

6. Tempat kerja

Tempat kerja, terutama lokasinya tertutup, juga harus dihindari karena rawan Covid-19. Apalagi jika lokasi kerja itu memiliki ventilasi yang buruk sehingga berisiko terjadinya penularan virus corona.

Berita Virus Corona

(Kompas.com/Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved