Terduga Teroris di Bangka Belitung
Ditangkap di Tempat Berbeda, Terduga Teroris S dan AS Ternyata Adalah Rekan Bisnis
Beberapa hari terakhir, publik Bangka Belitung dihebohkan dengan penangkapan dua orang terduga teroris, Rabu (30/06/2021)
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beberapa hari terakhir, publik Bangka Belitung dihebohkan dengan penangkapan dua orang terduga teroris, Rabu (30/06/2021)
Penangkapan tersebut dilakukan terhadap S (40) dan AS (44) di kediamannya masing-masing.
AS ditangkap ditangkap di kediamannya siang hari sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Perintis, RT. 01, Dusun II, Kace, Mendo Barat, Bangka.
Sementara S ditanggap sorenya, di kediamannya di Gang Kweni, RT. 01, RW. 01, Gajahmada, Rangkui, Pangkalpinang.
Ditangkap dalam waktu yang hampir bersamaan, tim kepolisian Bangka Belitung menemukan sejumlah bukti senjata api dan senjata tajam dikedua rumah terduga.
Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, diketahui bahwa keduanya merupakan penjual air bersih.
Supangat (52) Ketua RT. 01, Dusun II, Kace mengaku bahwa S dan AS adalah rekan bisnis yang sama-sama menekuni usaha penjualan air bersih.
"Pak S itu emang sering datang ke rumah AS," ucap Supangat.
Meski demikian, Supangat hanya mengetahui bahwa keduanya hanya merupakan rekan bisnis biasa.
"Kadang-kadang kalau S ada pesanan air bersih, ia ngambilnya ke AS," jelasnya.
Ia mengatakan hampir setiap hari S mengunjungi AS untuk kemudian berbincang perihal bisnis.
"Saya enggak tau kalau mereka mungkin ada keperluan lain," ungkap Supangat.
Sudah 10 Tahun Berteman dengan Terduga Teroris
AS (44), terduga terorisme yang ditangkap pada Rabu, (30/6/2021) telah kabur dari Polda Bangka Belitung, kemarin Kamis (01/07/2021) sekitar pukul 03.30 WIB, dini hari.
Berdasarkan keterangan dari beberapa warga dan tetangga AS, sampai saat ini tidak ada aktivitas yang mencurigakan di sekitar rumah milik AS yang beralamatkan di Jalan Rintis, RT.01, Dusun II, Kace Mendo Barat, Bangka.
Ketua RT 01, Supangat (52) mengaku sangat kaget saat mendengar kabar AS yang melarikan diri dari Polda Bangka Belitung.
Dari semenjak AS ditangkap hingga detik ini, Supangat mengaku masih tidak percaya kalau AS diduga terlibat jaringan terorisme.
"Sampai sekarang saya masih enggak percaya, masih berat hati saya buat menerimanya," ungkap Supangat.
Meskipun sudah banyak barang bukti yang ditemukan, serta adanya kabar AS yang kabur, Supangat masih tetap optimis berharap AS bukan anggota terorisme.
"Saya ini udah berteman 10 tahun lebih, dan enggak pernah nemuin yang aneh-aneh," kata Supangat.
Bahkan menurut Supangat, AS adalah orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.
"Dia kalau ngeliat ada jalan yang berlubang dan becek, ditimbun pake pasir dan pake uang pribadi," bebernya.
Supangat menuturkan bahwa AS sendiri merupakan seseorang yang berasal dari keluarga yang berada dan memiliki banyak tanah kavling di sekitar tempat tinggalnya.
"Jadi kalau ada orang yang beli tanahnya ngangsur, enggak pernah dia nagih-nagih, dan minta dibayarkan semampunya dulu," sebut Supangat.
Bahkan dirinya sendiri pernah ditawarkan untuk mengontrak di rumah milik AS dan tidak perlu membayar.
"Baik banget orangnya, penolong dan enggak pernah ada masalah apapun sama warga di sini," imbuhnya.
Oleh karena itu, sebagian besar warga di sini percaya kalau AS tidak akan berbuat hal-hal aneh yang dapat mengancam lingkungan setempat.
Tetangga dan Ketua RT Terkejut AS Kabur
Diberitakan sebelumnya, terduga terorisme, AS (44) melarikan diri dari Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (1/7/2021) sekitar pukul 03.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima, diketahui AS kabur melalui jendela ruang pemeriksaan kantor Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Kepulauan Bangka Belitung, dengan kondisi borgol yang sudah terlepas dan tergeletak di lantai.
AS sendiri merupakan warga yang bertempat tinggal di RT. 01, Dusun II, Kace, Mendo Barat, Bangka.
Tetangga samping rumah AS, Amin (50) sangat terkejut saat mendengar radio tadi pagi dan mengetahui bahwa terduga AS telah kabur dari Polda Bangka Belitung.
"Baru tahu, baru denger tadi pagi sekitar jam 7 di radio," ucap Amin.
Amin mengaku setelah AS ditangkap, lokasi di sekitar rumah masih sepi dan tidak ada kegiatan apapun sampai saat ini.
Sementara itu, istri Amin, Rumini (38) mengatakan bahwa tadi malam sekitar pukul 21.30 WIB ada beberapa orang yang nampaknya adalah petugas kepolisian datang ke lokasi dan mengecek rumah AS.
"Ada 1 mobil dan beberapa motor yang parkir, dan ngecek kondisi rumah AS," ungkap Rumini.
Rumini mengaku bahwa dirinya tak banyak memberikan keterangan, karena memang dirinya ketakutan dan tidak mengetahui apa-apa.
"Saya enggak tahu apa-apa, jadi pas ada polisi saya bilang capek, mau tidur," sambungnya.
Ketua RT 01, Supangat (52) malah baru mengetahui hal tersebut saat disambangi oleh Bangkapos.
"Lah saya aja kaget ini, baru tahu sekarang," ucapnya kepada Bangkapos.
Supangat mengaku heran dan kebingungan dengan hal tersebut, karena menurutnya sangat jarang orang bisa kabur setelah dibawa ke Polda Bangka Belitung.
Terekam CCTV Buka Borgol Lalu Keluar dari Jendela
Terduga teroris berinisial AS, jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bangka Belitung dikabarkan kabur.
AS ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Tim Polda Bebel dikediamannya di Gang Rintis, Desa Kace, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, Rabu ( 30/06/2021) kemarin.
Ia kemudian dibawa ke Polda Bangka Belitung untuk dilakukan pemeriksaan.
Terduga teroris AS melarikan diri dari ruang pemeriksaan (pengamanan) Polda Babel, Kamis (01/07/2021).
AS, warga Gang Rintis, Desa Kace, Kecamatan Mendobarat tersebut sebelumnya, ditangkap tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Tim Polda Bebel, Rabu ( 30/6/2021) kemarin.
Dia ditangkap dari kediamannya. Tersangka kemudian dibawa dan diamankan di Polda Babel (ruang khusus Satgaswil densus 88 AT, dengan penjagaan ketat oleh anggota.
Sekitar jam 14.30-19.30 dilakukan penggeledahan rumah tersangka AS dan terduga jaringan teroris Su alias So.
Dari rumah AS, polisi menyita barang bukti berupa 2 pucuk senjata api aktif, ratusan amunisi berbagai ukuran, bagian-bagian senjata yang akan dirakit, mesin bubut dll, kegiatan berjalan lancar.
Sejak Rabu (30/6/2021) sekira pukul 23.00 hingga Kamis (02.30) tim penyidik melakukan interogasi terhadap tersangka As di ruang pemeriksaan tersebut dan rencana akan dilanjutkan pemeriksaan di pagi harinya.
Saat pemeriksaan, kondisi tangan dan kaki terborgol tali ties.
Sekitar pukul 03.30 anggota yang jaga mengecek ke dalam ruangan tempat di mana tersangka ditempatkan.
Namun sudah tidak ada di tempat.
Setelah itu langsung dilakukan pencarian dan pengejaran yang melibatkan personil Satgaswil dan Jatanras dan Ditintel Polda di sekitar Polda.
Dilanjutkan dengan penyisiran diseputaran belakang polda.
Polisi juga mengambil rekaman CCTV.
Dari rekaman CCTV tersebut korban diketahui bahwa melarikan diri sekitar pukul 03.00 WIB, melalui jendela dan kabur ke daerah belakang Polda.
Belum Masuk Sel Tahanan
AS satu terduga teroris yang kabur, Kamis (01/07/2021) dini hari tadi, diketahui belum sampai masuk ke sel tahanan Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Informasi yang diperoleh harian ini, saat itu Warga Gang Rintis, Desa Kace, Kecamatan Mendobarat tersebut kabur saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Densus 88 anti teror.
AS, diketahui kabur melalui jendela ruang pemeriksaan kantor Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut keterangan seorang petugas jaga tahanan yang diperoleh harian ini, nama AS belum masuk terdata di papan tulis tahanan Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Kemungkinan, menurutnya saat itu AS tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik.
"Kalau namanya AS belum ada masuk sini (sel tahanan), mungkin masih pemeriksaan makanya belum masuk ke sini," kata seorang anggota piket yang berjaga di sel tahanan Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Di sel tahanan harian ini juga sempat bertemu, petugas yang jabatannya disebut sebagai kanit. Namun, dirinya tidak bisa memberikan komentar soal kaburnya AS, mengingat bukan domain dan kewenangannya.
"Mohon maaf saya tidak bisa komentar soal itu, karena bukan kewenangan dan kapasitas saya, terimakasih," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan harian ini, tengah berupaya meminta keterangan pihak terkait.
Beredar kabar, AS satu dari dua terduga teroris jaringan Bangka Belitung, Kabur.
Informasi yang diperoleh harian ini dari Laporan Informasi (LI) yang beredar, terduga teroris As melarikan diri dari ruang pemeriksaan Polda Babel.
AS, diketahui kabur, Kamis (1/7/2021) sekira pukul 03.30 WIB dari ruang pemeriksaan.
Dia ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Tim Polda Bebel, Rabu ( 30/6/2021) kemarin. Dia ditangkap dari kediamannya.
Media Diminta Sebarkan Foto Terduga Teroris
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, meminta media membantu menyebarkan foto terakhir As, satu dari terduga jaringan teroris Babel, sebelum kabur, Kamis (02/07/2021).
Bedasarkan foto yang diterima harian ini dari Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Maladi, terakhir AS mengenakan kaos abu-abu polos.
Potongan rambutnya gondrong dan terurai. Sementara panjang rambutnya sebatas bahu. Selain itu, AS juga nampak memiliki janggut.
Di pipi kiri juga terdapat tahi lalat yang berukuran cukup besar.
"Nanti saya berikan fotonya melalui kabid humas, foto yang terbaru dengan penampilan yang saat ini, pada waktu dia diperiksa sehingga masyarakat bisa melihat yang real," kata Anang.
"Kalau foto-foto yang kemarin kan dia waktu di facebook media sosial, ini foto-foto terbaru tolong sebarkan sekalian ya enggak apa-apa, ingatkan kepada masyarakat apabila menjumpai bersangkutan atas nama Agus Setianto ya, supaya dilaporkan ke kepolisian terdekat," imbuhnya.
"Intinya jangan melindungi, melidungi dia sama dengan turut serta melakukan tindakan terorisme," tegas Anang.
Jangan Bantu Pelariannya
Sebelumnya Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, membenarkan AS satu dari dua terduga teroris jaringan Babel, melarikan diri dari Polda Babel.
Menurut Anang, AS melarikan diri dari ruang pemeriksaan penyidik Densus 88 anti Teror Polri, di Gedung Sat Tahti Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (1/7/2021) dini hari tadi.
"Emang kemarin waktu pemeriksaan yang bersangkuta (As) melarikan diri sekarang ini dalam pengejaran dan terus kita pengembangan, karenakan jaringan teroris ini pasti ada juga campur tangan orang-orang sekitarnya," kata Anang, di Mapolda Bangka Belitung, Jumat (2/7/2021).
Anang, mengimbau agar masyarakat tidak membantu proses pelarian AS karena jika terbukti, bisa terancam sanksi pidana.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra/Anthoni Ramli)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210702-foto-terduga-teriris-asal-bangka-belitung-as-sebelum-melarikan-diri-dari-polda-babel.jpg)