Sabtu, 2 Mei 2026

Berit Pangkalpinang

Reagen Lab PCR Pemkot Pangkalpinang Datang Minggu Depan, Sementara Kirim Sampel ke Labkesda

dr. Masagus M Hakim (MH) menyebut minggu depan Reagen di Lab PCR Pemkot Pangkalpinang sudah diupayakan akan datang.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah |
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim (MH) menyebut minggu depan Reagen di Lab PCR Pemkot Pangkalpinang sudah diupayakan akan datang.

Sebelumnya, stok reagen di Laboratorium Biomolekuler, Laboratorium Kesehatan Pangkalpinang yang dapat memeriksa tes polymerase chain reaction (PCR) sudah habis.

Dan terpaksa mengirimkan sample pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test Covid-19 ke Labkesda Provinsi Bangka Belitung dulu.

Kata Hakim, pengiriman sample swab tes ke Labkesda sementara waktu tak menjadi masalah, apalagi di saat kasus covid-19 di Pangkalpinang beberapa hari terakhir meningkat.

Hal ini dibuktikan data dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Senin (1/7) kemarin ada penambahan 115 orang.

"Tidak masalah sementara kita kirim ke Labkesda dulu, insyaallah sedang kita upayakan minggu depan sudah ada. Reagennya sudah ada Tip Reagennya itu yang belum datang tapi minggu-minggu depan kemungkinan sudah datang," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Jumat (2/7/2021).

Hakim mengatakan, waktu tunggu hasil swab bisa jadi paling lama hingga satu minggu. Namun hal itu tak menjadi masalah yang penting orang tersebut sudah dikarantina secara mandiri.

"Karena antri memang di Labkesdanya jadi paling kita menunggu hingga satu mingguan lah, tapi itu tidak masalah kan orang itu sudah rapid antigen positif yang penting dia sudah karantina tidak kemana-mana lagi, kalau hasil swabnya keluar positif tapi dia sudah sembuh tidak masalah, karantina selesai 14 hari," tuturnya.

Sementara ketika disinggung apakah 115 itu termasuk klaster Grasstrack Kejurda 2021 di Pantai Pasir Padi, Minggu (20/6/2021) itu, kata Hakim masih dalam proses pemeriksaan.

"Masih kami periksa apakah teramsuk klaster Grasstrack itu atau bukan. Tapi sebetulnya bisa banyak hingga 115 orang satu hari kemarin itu banyakan satu keluarga jadi langsung banyak temuan positifnya," jelas Hakim.

Sementara stok rapid antigen kata Hakim nanti akan dibahas lagi, untuk sementara tim keuangan fokus pada pengadaan reagen dulu.

"Kitakan banyak melaksanakan rapid antigent di tempat-tempat keramaian jadi saat ini stoknya mulai menipis, tapi akan tetap kita upayakan segera tecukupi kembali. Saat ini kita fokuskan pengadaan reagen dulu," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved