Breaking News:

Literasi Digital Beri Tips Transaksi Digital Secara Aman dan Mudah

Literasi Digital Kabupaten Belitung, Kamis (24/06).Tips Transaksi Digital Secara Aman dan Mudah

Editor: nurhayati
Ist
Literasi Digital di Kabupaten Belitung, Kamis (24/6). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital.

Tujuan mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu  Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan S.E, M.M memberikan sambutan bahwa Literasi Digital dari kominfo ini sangat bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing  oleh putra putri daerah melalui digital platform. 

Melda Agarina, S.Kom.,M.T.I (Relawan TIK Lampung) membahas tema “Tips and Trick Transaksi secara Digital dengan Mudah dan Aman.

Melda menjelaskan keuntungan transaksi digital antara lain aman, dapat dilakukan dimana dan kapan saja, hemat tenaga dan banyak promo. Banyak jenis transaksi digital seperti OVO, Go Pay, DANA, Shopee Pay, Link Aja dan sebagainya.

"Agar aman bertransaksi digital, Melda memberikan beberapa tips antara lain jangan memberikan password / OTP, ganti PIN secara berkala, jangan menggunakan wifi public, dan lain lain," jelas Melda.

Adi Darmawan (Ketua Komunitas ARSEL) membahas tema Pran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Produktif. 

Adi menerangkan bahwa nilai, cara berpikir, perilau dan kebiasaan berinteraksi dalam dunia digital, seiring dengan munculnya produk virtual sebagai karya dan inovasi dengan mengunakan jaringan internet.

Di dalam teknologi digital, budaya digital adanya social tools yaitu media sosial dimana apabila belum memiliki kemampuan bersosialisasi secara baik, maka budaya digital cenderung ke arah negative dan konsumtif. Sedangkan interaktif tools adalah system yang dibuat berdasarkan kearifan local dan perilaku masyarakat (konten berupa teks atau video).

"Ada 2 perbedaan posisi, yaitu konsumtif digital menjadikan beban keuangan dan pengeluaran biaya digital serta produktif digital yaitu menjadi lahan pendapatan dan ilmu pengetahuan," jelas Adi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved