Breaking News:

Literasi Digital Kota Pangkalpinang Ajak Peserta Bijaksana Gunakan Digital Platform

Literasi digital dilakukan di Kota Pangkalpinang,Ajak peserta bijaksana gunakan digital platform Jumat (25/6) lalu.

Editor: Fery Laskari
Ist
literasi digital di Kota Pangkalpinang, Jumat (25/6) lalu. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan Kegiatan Literasi Digital. Tujuannya untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform.

Kali ini literasi digital dilakukan di Kota Pangkalpinang, Jumat (25/6) lalu.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu  Dr H Erzaldi Rosman Djohan SE, MM memberikan sambutan bahwa Literasi Digital dari Kominfo ini sangat bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing  oleh putra putri daerah melalui digital platform

Muhammad Iksan (Media & Communication Specialist) Tema "Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital" menjelaskan tentang transormasi digital, terutama dalam sektor bisnis yaitu bisnis digital, di mana saat ini bisnis digital berkembang cukup pesat, contohnya e commerce

Budi Utama SSTP, MSi  (Kepala Dinas dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) membahas Tema:  "Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital".

Budi Utama menyatakan kebebasan berpendapat harus memikirkan banyak faktor, apakah menyinggung masyarakat? Apakah opini kita mengandung sara? Atau rasisme? Hal ini perlu dipertimbangkan, agar tidak memicu kontra apalagi di dunia digital atau media sosial, semua dapat tersebar dengan cepat. Landasan kebebasan berpendapat di Indonesia terdapat pada Undang-Undang 1945 Pasal 28 E (Ayat 3) dan Pasal 19 Convenan Internasional Hak Sipil dan Politik.

"Media Sosial yang biasa digunakan untuk menyuarakan pendapat adalah Whatsapp, Facebook, Instagram, Youtube dan Twitter. Dan jangan sampai terjebak dengan berita hoax," kata Budi Utama.

Drs Maman Suherman (Penulis Buku, Presenter, Pembicara & Konsultan Media & Kreatif) menjelaskan tentang ciberbullying yang terjadi di dunia maya.

"Ciberbullying : Perundungan di dunia maya -- menggunakan teknologi digital -- di beragam platform media sosial," jelas Maman.

Dampak ciberbullying : Korban akan merasa dipermalukan, diasingkan, dibungkam, diancam, mengalami kerugian psikologis dan ekonomis, hingga korban merasa kotor, jelek, jahat dan bahkan (berniat) bunuh diri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved