Breaking News:

Advertorial

Peduli Lingkungan, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Bangka Barat Bersih-Bersih Tempat Wisata

Kejaksaan Negeri Bangka Barat terus bergerak dan berkarya sebagai wujud sumbangsih hadirnya insan Adhyaksa di kabupaten Bangka Barat

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
Ist (Kejari Bangka Barat)
Kegiatan bersih-bersih kawasan wisata pantai Batu Rakit Muntok, yang dilakukan IAD merupakan salah satu program "Jaksa Peduli Lingkungan", Jum'at (02/07/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Negeri Bangka Barat terus bergerak dan berkarya sebagai wujud sumbangsih hadirnya insan Adhyaksa di kabupaten Bangka Barat.

Melalui Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Bangka Barat yang diketuai oleh Ny. Amanda Agung beserta para anggota mengikuti kegiatan gotong royong bersih-bersih pantai, bertempat di wisata pantai Batu Rakit Muntok, Jumat (02/06/2021).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Jaksa Peduli Lingkungan yang juga mendukung program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

IAD Kejaksaan Negeri Bangka Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut bersama-sama dengan Pengurus dan Anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangka Barat lainnya.

Helena Octavianne selaku Kajari Bangka Barat yang juga pengawas Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Bangka Barat mengatakan, menjaga lingkungan merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu, karena kesehatan adalah anugerah dari Sang Pencipta dan lingkungan harus tetap dijaga agar kita dan keluarga beserta masyarakat sekitar dapat terhindar dari penyakit akibat lingkungan yang kotor dan tidak bersih.

"Karena kesehatan adalah hal yang tidak ternilai harganya, kebersihan lingkungan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia, masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang, kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat," ungkap Helena.

Rombongan IAD menyusuri pinggir pantai membersihkan dari sampah-sampah yang menyebar
Rombongan IAD menyusuri pinggir pantai membersihkan dari sampah-sampah yang menyebar (Ist (Kejari Bangka Barat))

Menurutnya, salah satu dampak yang bisa terjadi akibat pencemaran lingkungan adalah bencana banjir, karena banjir bisa terjadi apabila aliran air ke dalam sungai mengalami masalah sehingga got akan tergenang dan airnya meluap ke jalan.

Kondisi hujan ditambah got yang mampet akan membuat banjir menjadi terus meningkat hingga masuk ke dalam rumah.

Dari situ kemungkinan wabah penyakit untuk muncul akan semakin meningkat, wabah tersebut bisa mengakibatkan banyak masyarakat menjadi sakit dan mengalami masalah kesehatan yang serius. Kemudian air tanah akan menjadi tercemar sehingga tidak aman untuk digunakan, air yang tercemar tersebut otomatis akan membuat makhluk hidup menjadi tidak bisa menikmati air tanah yang bersih dan akan membuat seluruh makhluk hidup menjadi sakit karena meminum air yang sudah terkontaminasi.

Dampak lainnya akibat pencemaran lingkungan adalah terjadinya pemanasan global dalam skala yang lebih besar dan membahayakan, efeknya tentu dunia yang kita tinggali akan menjadi semakin panas dan tidak nyaman untuk dihuni.

Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Bangka Barat lakukan kegiatan bersih-bersih kawasan wisata pantai
Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Bangka Barat lakukan kegiatan bersih-bersih kawasan wisata pantai (Ist (Kejari Bangka Barat))

Helena menegaskan, Kejari Bangka Barat sangat berharap agar kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan dengan turut serta mengajak para pemuda-pemudi/generasi milenial untuk dapat memahami pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengetahui tentang bagaimana manfaatnya menjaga kebersihan lingkungan, karena menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna untuk kita semua, selain dapat menciptakan kehidupan yang aman, bersih, sejuk dan sehat, juga dapat terhindar dari dampak-dampak negatif pencemaran lingkungan.

"Mulai dengan cara yang paling sederhana, yaitu membuang sampah pada tempatnya, lebih bagus lagi kalau dapat memanfaatkan limbah plastik yang masih bernilai ekonomis untuk didaur ulang dan digunakan kembali, sehingga kita pun dapat mendukung program pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),"pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved