Breaking News:

Human Interest Story

Pendidikan Investasi Masa Depan, Eddy Supriadi Berikan Terobosan PPDB Online di Pangkalpinang

Eddy Supriadi selalu ingin menekankan kepada masyarakat, bahwa tidak ada lagi sekolah favorit di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi/Andini Dwi Hasanah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi selalu ingin menekankan kepada masyarakat, bahwa tidak ada lagi sekolah favorit di Kota Pangkalpinang.

Selalu ia tegaskan semua sekolah di Kota Pangkalpinang sama, mulai dari fasilitas sekolah, guru, sistem pembelajaran, semuanya sama.

Dua tahun terakhir dirinya memberikan terobosan baru melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD dan SMP secara online mulai tahun 2020 lalu.

Hal tersebut lantaran tahun lalu dihadapkan dengan pandemi covid-19 yang membatasi aktivitas-aktivitas masyarakat untuk bertemu secara langsung.

Dengan berbagai upaya perbaikan kesalahan PPDB tahun 2020, PPDB tahun 2021 SD dan SMP di Kota Pangkalpinang berjalan lancar dan sukses, tidak ada keluhan sama sekali dari masyarakat terkait server down.

Menurutnya, kualitas pendidikan bukan ditentukan pada input siswa atau output siswa, sebab konsep pembelajaran berkelanjutan dan berproses hingga akhir.

Bapak tiga orang anak ini  menilai kuaalitas pendidikan itu jauh lebih penting daripada masuk ataupun keluar siswa. Hal demikian sudah tidak lagi produktif untuk pembangunan pendidikan.

"Saya ingin ketika peserta didik baru itu masuk sekolah negeri dan swasta itu kita perlu mengawal kwalitas pendidikannya, pada proses-proses pendidikannya, makanya saya selalu tekankan tidak ada lagi sekolah favorit semua jalur pendafataran sudah jelas tinggal bagaimana kita menyikapi siswa yang dekat dengan sekolah harus cepat kita akomodir karena memang sudah haknya," ungkap Eddy kepada Bangkapos.com.

Dengan demikian ia ingin seluruh anak-anak usia wajib belajar di Kota Pangkalpinang harus tetap sekolah, di  sekolah-sekolah yang terdekat di negeri maupun swasta.

"Kalau anak itu masih mau sekolah akan tetap kita tampung, tetap akan kita akomodir dimana pun negeri ataupun atau swasta. Tidak masalah pendafataran SMP melebihi kuota kita justru senang anak-anak masih mau sekolah yang kita pusing itu kalau anak-anak tidak mau lagi sekolah itu, ini artinya animo masyarakat kita tentang dunia pendidikan itu mulai terbangun," sebutnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved