Breaking News:

Berita Bangka Barat

Defisit Anggaran Pemkab Bangka Barat, Lapangan Pekerjaan Jadi Perhatian Bong Ming Ming

Dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, diakui Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming berpengaruh terhadap keuangan Pemkab Bangka Barat

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dampak pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, diakui Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming berpengaruh terhadap keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat.

"Sementara proyeksi defisit anggaran di tahun 2022 sudah mencapai hampir 190 miliar, setelah terjadi pemangkasan kita sudah menghemat sekitar Rp 100 miliar. Tapi masih ada beban untuk proyeksi defisit anggaran Rp 100 miliar, makanya kita di KUA PPAS ini melakukan penghematan lagi," ujar Bong Ming Ming, Minggu (04/07/2021).

Untuk mengatasi hal tersebut Bong Ming Ming mengatakan, akan melakukan rasionalisasi anggaran lalu menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Rasionalisasi sudah dilakukan dari pembahasan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) maupun di KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara), dengan menunda anggaran yang belum terlalu prioritas atau pun menggeser program ke tahun berikutnya," jelasnya.

Dengan dilakukan langkah tersebut, Pemkab Bangka Barat optimis dapat mengatasi hingga setengah dari total defisit yang kemungkinan terjadi di tahun 2022.

"Untuk menaikkan pendapatan ada beberapa hal dilakukan, yakni dengan memperjuangkan dana DAK (Dana Alokasi Khusus) menaikan DID (Dana Insentif Daerah) dengan cara menaikan beberapa indikator yang selama ini belum terpenuhi," tuturnya.

"Lalu dengan menguatkan dan memastikan PAD lainnya baik dari restibusi, maupun pajak dengan tidak terlalu memberatkan baik pengusaha terutama masyarakat, " tambahnya.

Sementara itu Bong Ming Ming juga akan memfokuskan untuk menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat, serta memfasilitasi masyarakat untuk memiliki penghasilan.

"Beberapa hal berkenaan dengan hal ini seperti bagaimana kita meminta pelaku usaha baik kontraktor, terutama di pekerjaan fisik mau pun pengusaha. Kita minta mereka agar 40% tenaga kerjanya adalah masyarakat Bangka Barat, selain itu masih banyak beberapa hal berkenaan dengan hal ini," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved