Breaking News:

Berita Pangkalpinang

DPRD Babel Tetap Lakukan Fungsi Anggaran dan Pengawasan Terhadap APBD di Tengah Pandemi

Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi mengatakan para anggota wakil rakyat ini tetap melakukan fungsi budgeting

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Herman Suhadi, Ketua DPRD Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pandemi Covid-19 berimbas pada keuangan daerah, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Bangka Belitung bahkan sudah dua kali mengalami refocusing dengan total pemangkasan Rp394 Miliar untuk penanganan Covid-19.

Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi mengatakan para anggota wakil rakyat ini tetap melakukan fungsi budgeting (anggaran) dan controling (pengawasan) terhadap APBD walaupun kondisi pandemi Covid-19.

"Ketika sudah dilantik menjadi anggota DPRD, dalam kondisi bagaimana pun tiga tupoksi tetap melekat yakni legislasi, pengawasan dan budgeting, sehingga pada hari ini dalam kondisi Covid-19 yang merajalela, seperti bahasanya memporak-porandakan keuangan daerah, fungsi budgeting tetap jalan, tidak ada bedanya seperti biasa," ujar Herman Suhadi saat dikonfirmasi bangkapos.com, Minggu (4/7/2021).

Lebih lanjut, dia mengakui dalam kondisi pandemi Covid-19, realisasi penggunaan dana APBD sesuai dengan yang telah direncanakan.

"Tentunya menjalankan keuangan daerah sesuai dengan perencanaan yang telah direncanakan, sebenarnya pada tahun ini lebih mudah, karena sudah kelihatan, tahun 2020 pandemi di tengah jalan, di awal tahun 2021 kita sudah tahu ada pandemi, hal-hal yang sudah direncanakan akan dijalankan lebih baik," kata Herman.

Selain itu, kunjungan kerja atau dinas luar para anggota DPRD dalam menjalankan tugas legislasi dan pengawasan sudah dibatasi untuk keluar dari Provinsi Kepualaun Bangka Belitung.

"Terkait kunker, itu terkadang anggota dewan membuat sebuah peraturan daerah sesuai tugas pokok fungsi legislasinya, ada hal-hal yang harus dikoordinasikan ke Pusat atau Kemendagri, serta direktorat pembentukan hukum daerah, ketika hal itu dilaksanakan ya mau tidak mau kawan-kawan harus keluar (dinas luar keluar Babel-red).

Saat ini sangat jarang sekali anggota DPRD yang berani keluar, mengingat Jakarta sudah seperti itu adanya, sudah dibatasi. Kita sudah pasti mengikuti kondisi yang terjadi," jelas Herman.

Saat disinggung terkait kerelaan tunjangan dewan dipangkas agar postur dana APBD lebih baik, Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini tidak mempermasalahkan hal itu.

"Rela saja, kenapa tidak rela, jika itu benar-benar untuk membuat keuangan APBD lebih baik, kemarin saja kita berani melakukan refocusing anggaran di dewan sebesar Rp21,8 Miliar untuk pemutusan mata rantai Covid-19 dan itu juga (cegah pemangkasan TPP ASN-red)," kata Herman.

Bahkan ditambahkannya masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) juga melakukan refocusing anggaran untuk menutupi defisit anggaran di Bangka Belitung.

"Mari kita seluruh masyarakat Babel mengikuti prokes sehingga mata rantai Covid-19 ini putus, dengan demikian ekonomi akan berjalan normal, masyarakat bisa bekerja kembali seperti semula dan pariwisata bisa bergeliat kembali. Kita sama-sama apa yang kita harapkan Covid-19 segera bisa berakhir," kata Herman.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved