Breaking News:

CPNS

Mahkamah Agung Butuh 1.540 Orang Analis Perkara Peradilan, Ini Gaji yang Diterima Jika Lulus Seleksi

Adapun rinciannya kuota CPNS APP ini adalah 278 pelamar cumlaude, lalu 1.259 formasi umum, dan 3 untuk putra/putri Papua

Editor: Iwan Satriawan
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Seleksi CPNS 2021 

Namun, ternyata syarat TOEFL bagi APP membingungkan banyak calon pelamar.

Hal itu tampak di sejumlah grup CPNS Mahkamah Agung.

Sejauh ini pihak Mahkamah Agung dalam beberapa twit di akun resmi twitter Mahkamah Agung, menyebutkan bahwa pelamar boleh memakai TOEFL apapun selama dikeluarkan oleh lembaga bahasa atau kursus bahasa.

Terpenting adalah TOEFL itu dibuat dengan jujur dan sesuai dengan kemampuan pelamar.

Beberapa pelamar yang hanya memegang TOEFL Prediction pun bingung lantaran ternyata di pilihan di akun sscasn, hanya ada piliah TOEFL PBT dan TOEFL IBT.

Hal itu jadi membingungkan pelamar pemegang TOEFL Prediction karena mereka bingung harus memilih TOEFL PBT ataupun TOEFL IBT.

Sebab, TOEFL Prediction pada dasarnya bukan termasuk ke dalam TOEFL PBT maupun TOEFL IBT.

Mari kita simak perbedaan TOEFL PBT, IBT, ITP, maupun Prediction

1. PBT (Paper-Based Test)

TOEFL PBT tergolong masih konvensional. Tes TOEFL ini dikerjakan lewat media kertas yang terdiri dari lembar soal dan jawaban.

Bentuk soalnya berupa pilihan ganda dari A sampai E, dengan materi ujian antara lain listening, reading, dan structure.

Durasi pengerjaan PBT kurang lebih 3 jam, serta memiliki rentang skor 310-667.

Untuk biaya, kamu harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp450.000-500.000.

2. IBT (Internet-Based Test)

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved