Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pajak BPHTB dan PPJ Jadi Sektor yang Mendukung Pemasukan Pajak Selama Pandemi di Bangka Tengah

Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan konsumsi masyarakat hingga penerimaan penerimaan pajak dan retribusi daerah di Bangka Tengah

Penulis: Sela Agustika | Editor: khamelia
(bangkapos.com/Sela Agustika).
Kepala Dinas BPPRD Bangka Tengah, Wiwik Susanti 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan konsumsi masyarakat hingga penerimaan penerimaan pajak dan retribusi daerah di Bangka Tengah yang ikut mengalami penurunan, khususnya pada beberapa sektor.

Badan Pengelolah Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bangka Tengah mencatat sepanjang 2021 sampai dengan triwulan ke II pencapaia  pajak secara keseluruhan di Bangka Tengah saat ini telah terealisasi sebesar 31 persen.

"Untuk pajak sendiri kita mengkoordinir 11 pajak dan juga retribusi. Di mana pendapatan pajak tahun 2021 di banding 2020 memang ada peningkatan ditarget, yakni untuk tahun 2020 sebesar Rp 47 miliar, menjadi Rp 61 miliar di tahun 2021. Dan secara keseluruhan capai pajak di Triwulan II tahun 2021 ini sudah mencapai 31 persen, yang mana target pendapatan pada triwulan II ini mencapai 45 persen di masing-masing sektor," ungkap Kepala Dinas BPPRD Bangka Tengah, Wiwik Susanti kepada Bangkapos.com, Minggu (4/7/2021).

Kata Wiwik, beberapa sektor yang mengalami penurunan pendapatan selama pandemi, di antaranya pajak hiburan, hotel, restoran, dan parkir yang mengalami penurunan signifikan.

"Pajak parkir memang sangat berimbas, khsusnya di bandara karena berpengaruh dengan kondisi penerbangan, serta utuk pajak hiburan, restoran dan hotel, ditengah kondisi pandemi ini memang kita ketahui kondisinya juga menurun, namun kami opitimisa dan besar harapannya ini bisa meningkat di triwulan III dan IV nanti," ujar Wiwik.

Sementara itu diakuinya, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penerang Jalan (PPJ) menjadi sektor yang paling mendukung paemasukan selama pandemi.

"Untuk pajak penerang jalan (PPJ) sepanjang 2020 dalam keadaan normal atau tidak mengalami penurunan, yakni dengan capai realisasi 100 persen sesuai target. Dan per triwulan II ini capaian juga sudah 53 persen. Sedangkan utntuk BPHTB, khsusnya pajak bumi dan bangunan (PBB) sudah mencapai diangka 63 persen, yang mana kita juga bekerja sama dengan BPN dalam PBB ini,"kata Wiwik.

Ia menuturkan bahwa pendapatan pajak daerah di Bangka Tengah pada tahun 2020 tercapai sesuai target yang telah ditentukan, yakni dengan persentase 104 persen atau melebihi target.

"Alhamdulillah kalau untuk pajak daerah ini target kita tercapai bahkan lebih, dan untuk tahun ini 2021 kita berharap agar pendapatan ini bisa meningkat atau bisa sesuai target," ujarnya. 

Lanjutkan ia pun mengajak masyarakat untuk segera melakukan pembayaran pajak PBB P2  yang akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2021.

"Kami lah menyampaikan surat ke desa-desa untuk pembayaran pajak PBB P2 ini, Mohon kepada masyarakat jangan lingah untuk bayar pajak ini, karena ini juga untuk kita semuanya," ajaknya.

Ia pun opimis pendapatan pajak dan retribusi daerah tahun 2021 ini bisa tercapai dengan dukungan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak.

"Kami optimistis pendapatan pajak ini insya Allah tercapai sesuai target. Mudahan-mudahan kondisi 2021 lebih baik dibanding 2020 karena kita ketahui laju pertumbuhan ekonomi saat ini juga mulai meningkat dan seiring dengan ini pendapatan di Bangka Tengah juga bisa meningkat," tuturnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved