Breaking News:

Berita Sungailiat

Masyarakat Ingin Divaksin Covid-19 di Bangka Membludak, Kadinkes Sebut Imbas Sertifikat Perjalanan

dr Then Suyanti mengatakan, membludaknya masyarakat yang ingin divaksin lantaran imbas dari pemberlakuan sertifikat vaksin jadi syarat perjalanan.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ratusan masyarakat yang terdiri dari berbagai kalangan saat menunggu panggilan dari petugas untuk menerima vaksinasi Covid-19 di Gedung Sepintu Sedulang, Pemkab Bangka, Senin (5/7/2021) pagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak umur 12 tahun ke atas yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka mendapatkan antusias tinggi dari masyarakat.

Bahkan antrean di Gedung Sepintu Sedulang sempat mengular. Hingga masyarakat yang akan menerima vaksin tak mematuhi protokol kesehatan dengan berkerumun, Senin (5/7/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti mengatakan, membludaknya masyarakat yang ingin menerima vaksin hari ini lantaran imbas dari pemberlakuan sertifikat vaksin jadi syarat perjalanan.

"Mereka yang vaksinasi hari ini mayoritas yang mau bepergian ke luar daerah. Jadi, banyak anak-anak kita yang sekolah di luar," kata dia di Sungailiat kepada Bangkapos.com.

Menurut Then, vaksinasi yang dilakukan hari ini juga bukan hanya untuk anak-anak umur 12 tahun melainkan untuk umum tetap dilakukan, baik itu KTP Bangka maupun luar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr Then Suyanti. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Namun, untuk lanjut usia (Lansia) penerima vaksin dapat langsung masuk tanpa antre. Untuk vaksin yang digunakan tetap sama yakni vaksin dari negara Tirai Bambu, China, Sinovac.

"Vaksinasi hari ini luar biasa. Lansia masih boleh, kita utamakan tanpa antre, yang lain pakai nomor," terang Then.

Lanjut dia, untuk penerima vaksin yang diprioritaskan yakni masyarakat yang menerima suntikan dosis kedua. Hal ini guna mencegah penolakan vaksin kedua di tempat tujuan.

"Cuma animo besar dan banyak yang sekolah di luar jadi dosis satu dan dua harus selesai. Kalau sudah disana (Daerah tujuan-red) suka tidak diterima dosis duanya," tambah Then.

Selain itu, guna mencegah hal serupa terjadi pihaknya tak menutup kemungkinan melaksanakan vaksinasi di sekolah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved