Breaking News:

Berita Pangkalpinang

PPKM Darurat Jawa-Bali, Bandara Depati Amir Berlakukan Syarat Kartu Vaksinasi, Ini Komen Penumpang

PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir, mulai melakukan penyesuaian operasional dan layanan bandara guna mendukung PPKM Darurat

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Petugas Satgas Covid-19 melakukan pemeriksaan syarat penerbangan di pintu masuk keberangkatan Bandara Depati Amir, pada Senin (05/07/2021) siang. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir, mulai melakukan penyesuaian operasional dan layanan bandara guna mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021. 

Walaupun tak berlaku di wilayah luar pulau Jawa dan Bali, Bandara Depati Amir yang berada di Provinsi Bangka Belitung, melakukan sejumlah pengetatan dokumen untuk harus mencantumkan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Seperti dikatakan Faturahman (41) seorang penumpang, yang ditemui Bangkapos.com, mengatakan syarat terbang selama pemberlakuan PPKM Darurat lebih ribet selain harus memiliki surat negatif PCR ditambah sertifikat vaksinasi.

"Lebih ribet, tetapi itu lebih mencegah penyebaran dan memutus mata rantai Corona agar lebih efektiflah. Persyaratanya harus sertifikat vaksin kebetulan saya sudah dua kali vaksin dan negatif PCR," jelas Faturahman kepada Bangkapos.com, Senin (05/07/2021) di Bandara Depati Amir.

Faturahman, mengatakan dirinya ingin berangkat ke DKI Jakarta, dalam tujuan pekerjaan.

"Mau ke Jakarta ada pekerjaan, sebagai penumpang juga kita harus mematuhi syarat yang telah ditentukan. Selain itu semoga masyarakat konsisten dengan peraturanya," kata Faturahman pria asal Sungailiat ini.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Syahril, mengatakan, untuk pemberlakuan PPKM Darurat di luar pulau Jawa, Bandara Depati Amir melakukan pemberlakuan penambahan syarat penerbangan sesuai dengan surat edaran Satgas Covid-19.

"Kita yang di luar Pulau Jawa mengikuti dan sesuai dengan surat edaran Satgas Covid-19. Apa yang harus dilakukan dari sisi penerbangan, syarat-syarat untuk terbang itu yang kami koordinasikan ke pihak terkait," jelas Syahril.

Dia mengatakan, persyaratan tersebut berbeda hanya pada dites negatif Covid-19, bila bepergian ke Pulau Jawa seperti DKI Jakarta harus negatif PCR sementara ke Tanjungpandan dan Palembang hanya perlu negatif dari hasil rapid test antigen.

"Kalau ke Pulau Jawa menunjukkan sertifikat vaksinasi surat kesehatan negatif PCR. Tapi kalau untuk wilayah selain Pulau Jawa, kalau dikita ada Tanjungpandan dan Palembang, cukup menampilkan surat kesehatan antigen, tetapi waktunya tidak sama, sebelum tanggal tiga, yang berlaku 2x24, saat ini berlaku 1x24 jam," ungkap Syahril.

Ia mengatakan,  untuk yang tidak dapat divaksin karena alasan sedang melahirkan dan alasan medis lainya, dapat membawa surat keterangan dari dokter.

"Apabila tidak bisa secara medis melakukan vaksinasi dapat membawa surat keterangan dari dokter spesialisnya, jadi masih bisa digunakan tidak menggunakan sertifikat vaksinasi," kata Syahril.

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus mengikuti ketentuan sebagai
berikut:

  • Pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke Pulau Jawa serta Pulau Bali yang menggunakan seluruh moda transportasi wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test
    antigen.
  • Pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara yang melakukan penerbangan antar bandar udara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan penerbangan dari atau ke bandar udara
    di Pulau Bali wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Pelaku perjalanan dengan moda transportasi udara yang melakukan penerbangan dari atau ke bandar udara selain yang disebutkan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang yang disebutkan huruf c, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif ters RT-PCR yang sampenya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam atau on site sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Pelaku perjalanan penyeberangan wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam atau on site sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Penumpang dengan semua moda transportasi di bawah usia 18 tahun diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil egatr tes -PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal
    2x24 jam sebelum keberangkatan, atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.
  • Pelaku perjalanan dengan kepentingan khusus yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis dapat melakukan perjalanan derngan menunjukkan surat keterangan hasil negatif
    tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x 24 jam sebelum keberangkatan, sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.
  • Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-
    PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Sumber: Satgas Covid-19 Bangka Belitung

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved