Breaking News:

Prodi BKPI IAIN SAS Babel Gelar Webinar Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Remaja

Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam(BKPI)FakultasTarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Be

Editor: Fery Laskari
IAIN SAS Bangka Belitung
IAIN SAS Babel 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) FakultasTarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung (Babel) mengadakan Webinar yang berbasis online melalui Platform Google Meet Webinar yang bertema "Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Remaja"

IAIN SAS Babel
IAIN SAS Babel (IAIN SAS Bangka Belitung)

Chonita Tirani selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa keluarga merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak, seiring perkembangan zaman, orang tua dituntut untuk bersikap terbuka terhadap hal yang dihadapi anak pada masa remaja terutama ketika membahas sesuatu yang sensitif maka harus didiskusikan secara sebaik mungkin dalam keluarga, Ujar Chonita saat di wawancarai, Senin, (5/7/2021).

Wahyudi, S.Pd.I., M.A Dosen IAIN SAS Babel yang nantinya sekaligus Narasumber Webinar, menjelaskan masa remaja merupakan masa dimana anak memiliki konflik yang kompleks dalam dirinya, sebab pada masa ini remaja tumbuh dan berkembang secara cepat baik secara fisik maupun psikis, perubahan terhadap pola  prilaku dan juga tumbuh kesadaran pentingnya untuk bersosialisasi dan berbaur dengan kelompoknya. Masa yang diikuti dengan perubahan tersebut menimbulkan dampak dan memberikan suatu sikap bagi remaja untuk bertindak di masa yang akan datang. Pada masa remaja penerimaan dari kelompok dan teman sebaya merupakan hal yang sangat penting sebab remaja membutuhkan itu sebagai pembuktian bahwa ia tidak ditolak atau dideskriminasikan oleh kelompoknya.

Orang tua juga harus mendukung remaja memiliki keterampilan sosial yakni seperti menumbuhkan empati, menjadi pendengar yang baik bagi remaja, berkomunikasi efektif, serta membangun interaksi menyenangkan agar remaja merasa nyaman dan berani berpendapat,” katanya.

Ia melanjutkan, perilaku orang tua yang menghambat daya kritis dan keterampilan sosial anak adalah melarang anak tanpa menjelaskan, tidak menjadi panutan positif dan membebaskan tanpa membekali dengan nilai yang ingin dicapai. Hubungan yang baik dapat tercipta melalui hal kecil yang dilakukan pada setiap hari dengan sikap dan ucapan orang tua yang akan dibawa anak untuk menghadapi dunianya," kata Wahyudi.(*)

Penulis : Chonita Tirani /Ayaknan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved