Breaking News:

Virus Corona

Setelah Vaksin Harus Minum Paracetamol, Mitos atau Fakta?

Efek vaksin yang terjadi di tubuh manusia berbeda-beda. Lalu, haruskah minum paracetamol atau obat demam lainnya sehabis vaksin? Berikut penjelasannya

Penulis: Magang4 | Editor: Teddy Malaka
Fresh Daily
Ilustrasi vaksin virus corona. 

BANGKAPOS.COM - Vaksin coronavirus membantu meminimalisir terpapar virus COVID-19. Seperti layaknya vaksin lainnya, Anda mungkin mengalami beberapa efek samping, seperti rasa sakit atau bengkak di bekas suntikan, demam, menggigil, kelelahan, atau sakit kepala.

Melansir Healthline Dr. David J. Cennimo, seorang dokter penyakit menular dan asisten profesor di Rutgers New Jersey Medical School, mengatakan hal ini adalah tanda-tanda pengenalan yang tepat dan reaksi kekebalan tubuh terhadap vaksin.

Efek sampingnya menunjukkan bahwa vaksin tersebut mengajarkan sistem kekebalan tubuh Anda cara mengenali dan menyerang SARS-CoV-2, virus COVID-19

Bagi kebanyakan orang, efek samping vaksin ringan atau sedang dan hanya berlangsung satu atau dua hari.

Baca juga: GeNose Test Tak Berlaku, Inilah Syarat yang Mau Masuk dan Keluar Babel Lewat Bandara Depati Amir

Namun, bagi sebagian orang efek samping tersebut membuat mereka merasa seperti terkena flu, atau mempengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Beberapa orang menyarankan untuk minum obat pereda nyeri atau obat demam sehabis diberikan vaksin.

Hal itu tidak berlaku pada setiap orang. Perbedaan efek yang diberikan membuat hal ini tidak harus dilakukan jika tidak terjadi demam ataupun efek lainnya.

Baca juga: Mengenang Sosok Harmoko, Kesaksiannya Tentan Palu yang Patah Saat Mengetuk Lengsernya Soeharto

Mencegah efek samping vaksin dengan minum obat demam belum disarankan oleh ahli medis.

Mengutip Alodokter.com, dr. Nadia Nurotul Fuadah menyampaikan asalkan daya tahan tubuh baik dan mendapat penanganan yang tepat, seringnya kondisi demam ini tidak berbahaya dan akan mereda dalam 1-3 hari cukup dengan penanganan mandiri.Berikut himbauan yang disampaikannya.

  • Beri obat paracetamol sesuai dosis anjuran jika suhu tubuhnya meningkat lebih dari 37,5 derajat celcius
  • Minum banyak air putih
  • Kenakan pakaian yang menghangatkan dan menyerap keringat
  • Banyak istirahat
  • Jaga kebersihan bekas suntik vaksinnya agar tidak terinfeksi

Akan tetapi, jika demam tidak reda dalam 3 hari atau malah muncul keluhan lain yang lebih berat, periksa ke dokter terdekat supaya ditangani dengan baik.

Khawatirnya, demam dan pusingnya tersebut muncul karena infeksi sekunder pada bekas suntik vaksinnya, infeksi jenis lain, dan gangguan kesehatan lain yang butuh penanganan berbeda. (Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

Sumber: https://www.healthline.com/health-news/should-you-take-pain-relievers-after-covid-19-vaccine#Dont-take-a-pain-reliever-before-your-COVID-19-vaccine-

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apakah-boleh-setelah-vaksin-minum-paracetamol-

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved