Breaking News:

Advertorial

Wajibkan Kelengkapan Berkendara, Kajari Babar Perintahkan Pegawai dan PHL Buat SIM

Kepala Kejari, Helena Octavianne memerintahkan kepada seluruh pegawai dan PHL di lingkungan Kejari Bangka Barat untuk mengikuti pembuatan SIM.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: El Tjandring
Ist (Kejari Bangka Barat)
Pembuatan SIM yang dilakukan oleh pegawai Kejari Bangka Barat, Jumat (02/07/2021). 

BANGKAPOS.COM — Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne memerintahkan kepada seluruh pegawai dan PHL di lingkungan Kejaksaan Negeri Bangka Barat untuk mengikuti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), bertempat di kantor Satpas Polres Bangka Barat, Jumat (02/07/2021).

Saat dikonfirmasi, Helena mengatakan seluruh pegawai beserta PHL sudah seharusnya untuk memiliki SIM, karena sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) harus memberikan contoh yang baik atau sebagai panutan bagi orang lain terutama dalam mematuhi aturan hukum dalam berlalu lintas. 

"Sebagai bagian dari Aparat Penegak Hukum (APH), seluruh pegawai di Kejari Bangka Barat wajib mempunyai SIM, karena SIM adalah bukti kompetensi bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan dan keterampilan mengemudi di jalan sesuai persyaratan yang ditentukan berdasarkan UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ujarnya, Minggu (04/07/2021).

Pegawai Kejaksaan Negeri Bangka Barat mengikuti pembuatan SIM di kantor Satpas Polres Bangka Barat
Pegawai Kejaksaan Negeri Bangka Barat mengikuti pembuatan SIM di kantor Satpas Polres Bangka Barat (Ist (Kejari Bangka Barat))

Dirinya menjabarkan, berdasarkan pasal 86 UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, SIM mempunyai 3 fungsi, Pertama yaitu sebagai bukti kompetensi pengemudi yang membuktikan seberapa baik skill atau kemampuan seorang pengendara, sebab berkendara di jalan raya tidak hanya melibatkan keselamatan diri sendiri tetapi juga keselamatan orang lain di jalan.

Kedua, sebagai registrasi pengemudi kendaraan bermotor yang memuat identitas lengkap yang dapat mempermudah untuk mengidentifikasi pengendara pada saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan lalu lintas. Ketiga, data pada registrasi pengemudi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyelidikan, penyidikan, dan identifikasi forensik kepolisian.

Untuk itu Helena menghimbau kepada seluruh asyarakat, agar bagi yang sudah memenuhi syarat untuk dapat membuat SIM supaya dapat segera membuat SIM, kemudian yang terpenting lagi jangan lupa agar SIM dibawa terus saat berkendara di jalan raya, supaya terhindar dari hal-hal yang dapat melanggar hukum di jalan raya.

"Kebanyakan masyarakat saat ini pada saat ditilang oleh Polisi Lalu Lintas berdalih lupa membawa SIM, padahal bisa jadi mereka belum sama sekali mempunyai SIM. Dengan mempunyai dan membawa SIM, itu kan sama saja memberikan ketenangan saat berkendara di jalan raya, sehingga tidak perlu takut untuk di tilang lagi saat berkendara di jalan raya," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved