Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Sarjana Sebagai Agen Moderasi Beragama dalam Membangun Indonesia

ISTILAH mo­derasi atau wasathiyyah diartikan se­bagai pengurangan kekerasan dan penghindaran ekstremisme dan radikalisme.

Penulis: tidakada003 | Editor: fitriadi
Istimewa
Dr. Irawan, M.S.I - Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung 

Dr. Irawan, M.S.I - Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

ISTILAH mo­derasi atau wasathiyyah diartikan se­bagai pengurangan kekerasan dan penghindaran ekstremisme dan radikalisme.

Kata atau sikap moderat dimaknai: 1) selalu menghindar dari perilaku atau pengungkapan yang ekstrem; 2) berkecenderu­ngan ke arah dimensi atau jalan tengah; 3) tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan dan keragaman.

Istilah lain dari wasa­thiyyah adalah: 1) al-sadad (ketepatan sasaran), yaitu pencapaian hakikat keagamaan, kebenaran, dan ketepatan dalam setiap ucapan, perbuatan, niat dan tujuan sehingga ia menuntut keikhlasan dan peneladanan terhadap Nabi Muhammad Saw; 2) al-qashd (konsistensi, lurus, tekad dan arah), yaitu penjelasan tentang jalan yang mengantar menuju kebenaran, atau penjelasan tentang jalan yang lurus; 3) istikamah (konsisten).

Moderasi beragama adalah beragama dengan sikap pertengahan, tidak terlalu ekstrem, tidak berlebih-lebihan (al-ghuluw), dan tidak permisif. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Albaqarah/2 ayat 143 bahwa umat Islam adalah ummatan wasatan (umat pertengahan; moderasi). Jika umat Islam tidak mau terbelakang, maka umat Islam bersikap moderat (pertengahan) dan tidak boleh ekstrem atau tidak boleh permisif dalam beragama, seperti dikatakan Yusuf Al Qardhawi.

Secara historis, wacana moderasi Islam di Indonesia mulai dikampanyekan sejak tahun 2004 oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia yang berkaitan dengan wacana Islam dalam konteks politik luar negeri Indonesia.

Wacana moderasi Islam Indonesia dikampanyekan karena alasan: 1) Islam sebagai identitas religius; 2) Islam moderat dari bawah; 3) Islam moderat sebagai bagian dari ‘Proyek Global Melawan Teror.

Moderasi beragama di Indonesia makin nyata untuk diimplementasikan seiring dengan dikeluarkannya Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor B-3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 tertanggal 29 Oktober 2019 tentang Edaran Rumah Mo­derasi Beragama dan Perpres No. 18 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.

Mengapa umat Muslim harus bersikap moderat (wasathiyyah)? Sikap mo­derasi beragama merupakan karakter dasar Islam.

Pentingnya moderasi beragama di Indonesia dilatarbelakangi adanya pemahaman yang beragam dan praktik keagamaan umat Islam sehingga menimbulkan sikap dogmatik, taklid, militan, intoleran, ekstrem, radikal, fundamental, dan fanatik.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved