Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Diduga Surat Antigen Palsu, HP Catut Nama Dokter RSUD Sejiran Setason

Diduga menggunakan surat tes antigen palsu, satu orang oknum CPNS di Kabupaten Bangka Barat berinisial HP diamankan Tim Satgas Angla Pelabuhan Tanjung

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Suasana kantor Danpos AL Muntok, usai HP diamankan karena dugaan surat rapid test antigen palsu, Rabu (07/07/2021).(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Diduga menggunakan surat tes antigen palsu, satu orang oknum CPNS di Kabupaten Bangka Barat berinisial HP diamankan Tim Satgas Angla Pelabuhan Tanjungkalian Muntok. 

Sebelumnya pada sekitar Pukul 15.00 diketahui HP diamankan di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, setelah berencana menyebrang ke Pelabuhan Tanjung Api-api Palembang.

Diketahui petugas sempat curiga terhadap surat yang diduga antigen palsu, lantaran isi kop surat yang dikeluarkan dari RSUD Sejiran Setason tidak berwarna.

Hal ini pun membuat petugas di Pelabuhan Tanjungkalian Muntok mengkonfirmasi ke dokter yang tercantum di dalam surat tersebut yakni Dokter Mariya Ulfah yang merupakan Petugas Medis RSUD Sejiran Setason. 

Lebih lanjut saat ini pun HP telah dibawa ke Kantor Pos AL Muntok, guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Bahkan Dokter Mariya Ulfah yang namanya dicatut dalam surat rapid test antigen yang diduga palsu tersebut pun, datang langsung ke Kantor Pos AL untuk mengetahui perkara tersebut.

Saat dikonfirmasi Dokter Mariya Ulfah mengatakan masih akan melihat proses hukum, terkait namanya yang dicatut di surat rapid test antigen palsu.

"Kita lihat dulu semua masih proses, kalau nama yang tercantum itu memang nama saya kita tunggu proses ini sampai selesai," ujar Dokter Mariya Ulfah, Rabu (07/07/2021).

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat (Babar), Sidarta Gautama saat dikonfirmasi mengakui, HP diamankan petugas saat akan menyebrang ke Palembang.

"Yang bersangkutan ini menggunakan rapid palsu dengan Kop RSUD kita, karena ketelitian dari petugas kita di pelabuhan akhirnya diketahui rapid tersebut palsu," kata Sidarta Gautama.

Lebih lanjut untuk masalah tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim lain guna tindakan lebih lanjut.

"Telah dikonfirmasi ke pihak RSUD kita yang membenarkan rapid itu di palsukan, untuk tindakan selanjutnya masih sedang kita dalami bersama tim. Hal ini karena dalam tim kita semua terlibat ada unsur TNI, Polri dan otiritas pelabuhan serta Sat Pol PP. Jadi sedang kita dalami dulu permasalahannya, nanti akan kita info kalau sudah jelas kelanjutan kasusnya," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved