Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Rekor Baru di Babel 9 Orang Meninggal dalam Satu Hari, Varian Baru Covid-19 Belum Bisa Dipastikan

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, memastikan bahwa saat ini belum ada data dari hasil sampel swab pasien Covid-19.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Corona Virus babel 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, memastikan bahwa saat ini belum ada data dari hasil sampel swab pasien positif Covid-19 di Bangka Belitung yang menunjukkan varian baru Corona.

Walaupun dia mengakui bahwa kasus kematian di Bangka Belitung meningkat pada hari ini, Rabu (7/7/2021) sebanyak 9 orang meninggal dunia meninggal karena Covid-19.

"Sejauh ini satgas belum mendapatkan laporan terkait sampel yang telah dikirim pada kemarin sore, sebanyak sembilan sampel ke Labkes di Jakarta menyampaikan adanya varian baru Covid-19 di Babel," jelas Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Rabu (7/7/2021).

Belum keluarnya hasil sampel tersebut, kata Mikron, membuat Satgas Covid-19 Bangka Belitung belum dapat memastikan bahwa varian baru Covid-19 telah masuk Bangka Belitung.

 "Artinya secara data belum ada varian baru, tetapi baru menduga-duga saja, karena harus dibuktikan dengan data yang merupakan hasil laboratorium," ungkap Mikron.

Namun, Mikron mengakui saat ini kasus positif Covid-19 di Bangka Belitung sedang naik-naiknya. Rekor orang meninggal dunia terbanyak terjadi pada hari ini.

"Jadi sekarang ini dalam posisi naik sampai hari ini laporannya ada 9 orang yang meninggal dunia rekor baru. Kenapa banyak meninggal ini karena rata-rata kasus positif mereka bergejala ditambah lagi dengan sakit bawaan," jelas Mikron.

Selain itu, Mikron Antariksa, mengatakan untuk keterisian rumah sakit saat ini mencapai 50 persen. Sehingga dapat diartikan terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit saat ini.

"Untuk tambahan kasus ini memang harus dirumuskan secara bersama-sama, kemarin kita sudah melakukan koordinasi dengan teman-teman TNI dalam dua tiga hari ini, apabila kasus di Babel tidak turun juga, kita bersama langsung melakukan rapat untuk mengambil keputusan berkaitan penanganan Covid-19 ini," jelas Mikron.

Menurutnya, nantinya bakal akan diberlakukan pembatasan untuk aktivitas dan kegiatan di masyarakat sebagai upaya menurunkan kasus Covid-19.

"Kita lihat perkembangan dua hari kedepan ini. Tetapi, sebagian daerah sekarang sudah memberlakukan jam malam agar aktivitas kafe dapat tutup pada pukul 22.00 WIB. Itu juga dilakukan Satgas dan Kepolisian semata-mata melakukan pencegahan Covid-19," kata Mikron.

Lebih jauh, Mikron mengatakan untuk persediaan rumah sakit, satgas sedang berusaha untuk menambah bed tempat tidur di setiap rumah sakitnya, untuk antisipasi kelonjakan kasus.

"Apabila terjadi peningkatkan kasus di rumah sakit ada berapa hal yang kita siapkan seperti penambahan bed tempat tidur. Kemudian kalau di Belitung direkturnya mengatakan kalau sendainya terjadi peningkatan, rumah sakit Judono Marsidi akan menjadi tempat khusus Covid-19. Jadi tidak akan menerima perawatan sakit lain," lanjutnya.

Mikron mengajak untuk semua masyarakat bersama-sama patuh terhadap imbauan yang telah disampaikan pemerintah, karena bertujuan untuk mencegah bertambahnya kasus Covid-19 di Bangka Belitung/

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved