Breaking News:

advertorial

UBB Upgrade Manajemen Produsen Batu Bata

UBB bekerja sama dengan Kelurahan Air Mawar menyelenggarakan sosialisasi edukasi di seputaran Kelurahan Air Mawar, Selasa (6/7).

Penulis: iklan bangkapos | Editor: El Tjandring
ist
Universitas Bangka Belitung (UBB) bekerja sama dengan Kelurahan Air Mawar menyelenggarakan sosialisasi edukasi pemanfaatan aplikasi teknologi atas sistem persediaan dan sistem keuangan berbasis website kepada pelaku UMKM produsen batu bata di seputaran Kelurahan Air Mawar, Selasa (6/7). 

BANGKAPOS.COM - Universitas Bangka Belitung (UBB) bekerja sama dengan Kelurahan Air Mawar menyelenggarakan sosialisasi edukasi pemanfaatan aplikasi teknologi atas sistem persediaan dan sistem keuangan berbasis website kepada pelaku UMKM produsen batu bata di seputaran Kelurahan Air Mawar, Selasa (6/7/2021).

Kegiatan yang bertajuk 'Upgrade Manajemen Produk Usaha Batu Bata pada Era Pandemi Covid- 19' digagas oleh Tim Pengabdi UBB yaitu Rulyanti Susi Wardhani, Anggraeni Yunita, Duwi Agustina dan Julia.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Lurah Air Mawar Anton Martjuda dengan dihadiri Asisten III Wali Kota Pangkalpinang Erwandy dan Anggota Komisi III DPRD Pangkalpinang Hj Meitarini serta Camat Bukit Intan Yansyah Tri Darma.

Tim pengabdi UBB menggagas sebuah aplikasi sederhana yang ramah pengguna untuk digunakan oleh para pelaku UMKM dalam memanajerial usaha batu bata secara efektif dan efisien.Aplikasi ini merupakan inovasi teknologi yang dapat digunakan pelaku UMKM produsen batu bata, agar para pelaku usaha dapat membuat pencatatan mengenai sistem persediaan dan penjualan batu bata secara efektif dan efisien dan memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi pembelian batu bata. Sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga sangat ramah pengguna.

Melalui penggunaan sistem ini, mengingat kondisi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, calon konsumen batu bata hanya dengan satu sentuhan jari, dapat melakukan pemesanan batu bata tanpa perlu berinteraksi tatap muka dengan produsen batu bata.

Jika terjadi transaksi pembelian batu bata, produsen batu bata bisa melihat ketersediaan batu bata sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen. Pada aplikasi ini juga terdapat fitur untuk mencetak penjualan batu bata, bahkan pembelian bahan baku, sehingga memudahkan produsen untuk memantau keberlangsungan produksinya.
"Selanjutnya melalui aplikasi ini produsen dapat mencetak laporan penjualan dan laporan persediaan melalui fitur cetak yang telah tersedia. Untuk sementara aplikasi ini masih berbasis website, namun selanjutnya aplikasi ini akan dikembangkan menjadi aplikasi berbasis android," ucap Ketua Tim Pengabdi Rulyanti kepada Bangka Pos Group, Rabu (7/7).

Kendala pengembangan sektor industri batu bata adalah modal. Mengingat permintaan batu bata yang bersifat musiman, sementara dalam proses produksi batu bata terdapat biaya variabel yang harus dibayarkan seperti upah tenaga kerja, membuat para produsen batu bata terpaksa menjual sebesar harga pokok. Saat ini syarat untuk mengakses permodalan di bank sudah dipermudah, namun terkadang pelaku industri kecil kesulitan dalam menyediakan syarat laporan keuangan sederhana.

"Melalui aplikasi yang dirancang oleh tim pengabdi UBB, pelaku UMKM dapat menyediakan informasi keuangan yang valid dan reliable bagi pihak perbankan. Aplikasi ini menyediakan menu pencetakan pelaporan keuangan sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu syarat akses pinjaman perbankan. Saat ini beberapa bank BUMN maupun BUMD telah meluncurkan program KUR dengan bunga sekitar 6 persen yang dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM dalam menjalankan operasional usahanya. Saya sangat mengapresiasi aplikasi ini. Diharapkan aplikasi ini dapat diimpelementasikan bukan hanya pada industri batu bata saja, namun juga dapat digunakan oleh pelaku ekonomi UMKM sektor lainnya mengingat sistem yang dirancang oleh tim pengabdi UBB cukup aplikatif dan sangat user friendly," jelas Erwandy.

Selanjutnya, mengingat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pangkalpinang, kontruksi menjadi salah satu isu strategis dalam menggalakkan laju pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang dengan sektor industri batu bata yang sebagai salah satu industri pendukung, legislatif Kota Pangkalpinang menyambut baik ide yang digagas oleh tim pengabdi UBB.

"Saya berharap dengan adanya aplikasi ini, proses transaksi dapat dilakukan secara efektif dan efisien sehingga permintaan pasar atas batu bata dapat terpenuhi dengan baik, demikian pula supply bahan baku produsen batu bata juga dapat berjalan dengan baik. Jika semua proses dapat dilakukan dengan baik, maka tentu akan memberi dampak multiplier effect bagi seluruh pelaku ekonomi.," tegas Hj Meitarini.

Selanjutnya, Lurah Air Mawar Anton Martjuda berharap, program ini tidak hanya berhenti sampai di sini.
"Saya berharap program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kami membutuhkan sinergisitas antara perangkat pemerintahan, baik eksekutif dan legislatif, pelaku industri dan akademisi dalam menciptakan inovasi-inovasi baru yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat," tutup Anton Martjuda. (*/may)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved