Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Dampak PPKM Darurat Jawa-Bali, Sopir Travel Bandara Depati Amir Ini Dua Hari Tak Dapat Penumpang

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali berdampak terhadap menurunnya jumlah penumpang pesawat di Bandara Depati Amir

Penulis: tidakada006 | Editor: fitriadi
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Sejumlah penumpang pesawat tiba di Bandara Depati Amir, Pangkal­pi­nang, Kamis (8/7). Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali berdampak terhadap menurunnya jumlah penumpang pesawat di Bandara Depati Amir. 

BANGKAPOS.COM - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali berdampak terhadap menurunnya jumlah penumpang pesawat di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Kondisi tersebut membuat sejumlah sopir travel dan taksi di Bandara Depati Amir kesulitan mendapatkan penumpang.

Bahkan, seorang sopir travel bernama Solihin (45), Kamis (8/7), mengaku sudah dua hari terakhir tidak mengantar penumpang, meski dirinya selalu bersiap di konter yang berada tepat di depan pintu kedatangan bandara.

Menurut Solihin, sepinya penumpang sudah terjadi sejak PPKM Darurat Jawa-Bali berlaku mulai 3 Juli lalu. “Sepi sejak ada namanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat Jawa-Bali itulah,” ujarnya kepada Bangka Pos, Kamis (8/7).

Solihin mengatakan, sebe­lumnya dirinya bisa mengantar penumpang hingga dua kali jalan dengan empat pe­numpang sekaligus per hari. Namun, sejak penerapan PPKM darurat, dia hanya bisa mengantar satu penumpang saja per hari.

“Kita kan berbagi juga dengan yang lain, sopir tra­vel di sini (Bandara Depati Amir--red) kan banyak. Kita harus saling memahamilah,” katanya.

“Untung-untungan dapat penumpang sekarang ini. Kemarin Idulfitri juga begitu, sekarang menjelang Iduladha juga sama,” ujar Solihin.

Biasanya, dalam sehari ia mampu meraup Rp500 ribu, akan tetapi dalam masa PPKM darurat hanya bisa mendapatkan Rp100 ribu.

Tarif yang dipatok sopir travel sendiri bervariasi, tergantung jarak tempuh. Besarannya berkisar Rp50 ribu-Rp100 ribu per penumpang plus barang bawaan.

“Alhamdulillah sekarang ini kalau bisa bawa satu penumpang . Untuk bawa penumpang banyak sudah tidak mungkin lagi, penumpang pesawat juga sepi,” kata sopir travel bernama Topa (45).

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved