Breaking News:

Melati Erzaldi Jajal Olahraga Paddle di Pantai Tanjung Tinggi Belitung

Berawal dari miliki dua paddle untuk dimainkan sendiri, kakak beradik Teddy dan Rizky menjadikan hobi sebagai peluang bisnis dengan modal pas-pasan.

Penulis: iklan bangkapos | Editor: El Tjandring
Diskominfo Babel
20210709 - Olahraga Paddle di Tanjung Tinggi 

BANGKAPOS.COM - Berawal dari iseng miliki dua paddle untuk dimainkan sendiri, kakak beradik Teddy dan Rizky menjadikan hobi sebagai peluang bisnis dengan modal pas-pasan dan modal nekat.

Rizky dan Teddy lahir dan besar di Desa Tanjung Tinggi, Sijuk Belitung dari pasangan bapak ibu yang memiliki usaha warung makan di pinggir pantai. Sejak kecil dua bersaudara ini sudah akrab dengan lingkungan pantai Tanjung Tinggi hingga mengenal olahraga paddle.

Paddle merupakan olahraga air yang bisa dilakukan di laut dan danau atau sungai menggunakan Stand Up Paddle (SUP) yang belakangan menjadi populer. Berbentuk seperti papan selancar, penggunaannya dipadukan dengan dayung satu sisi.

Dapat dilakukan berbaring, berdiri, atau duduk dan berlutut di atas SUP.

"Kami mulai menyukai paddle sejak akhir tahun 2014 hanya untuk dimainkan sendiri," ungkap Rizky.

Setelah kerap mengunggah foto dan video pribadi di akun Instagram yang diberi nama " Stand Up Paddle Board Belitung", mereka mendapat ramai kunjungan wisatawan yang berminat mencoba, hingga wisatawan-wisatawan dari Jakarta berminat menyewa paddle ini.

Belakangan berkembang menjadi ruang usaha dan peluang bisnis bagi mereka. Berlokasi di pinggir pantai Tanjung Tinggi, tentunya sangat mudah diakses oleh wisatawan.

Teddy menjalankan perannya sebagai instruktur paddle, Rizky yang mendokumentasikan aktivitas para penyewa sebagai fasilitas dan nilai tambah dalam usaha jasa sewa SUP.

SUP disewakan per hari seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah untuk waktu sepuasnya dan jika ingin ditambahkan dokumentasi, wisatawan cukup menambahkan tiga ratus ribu rupiah dengan fasilitas rangkaian video satu menit dan semua file hasil dokumentasi mereka.

"Video dokumentasi berdurasi satu menit ini biasanya diunggah wisatawan ke media sosial seperti Instagram," jelas Rizky.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved