Breaking News:

WIKI Bangka

Mengenal Sejarah Mobil Pownis, Oto Penumpang Berbahan Kayu yang Legend di Bangka

Nama Pownis sendiri berasal dari singkatan 'Perusahaan Oto Warga Negara Indonesia Sungailiat'. Oto merupakan sebutan untuk mobil dalam bahasa Bangka

Editor: Dedy Qurniawan
BangkaPos/Riski Yuliandri
Mobil Pownis yang akan mengajak wisatawan keliling kota pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ada sebuah mobil penumpang di Bangka yang begitu legend.

Kini keberedaannya sudah jarang ditemui.

Bisa dibilang, hampir tidak ada lagi masyarakat di Pulau Bangka yang menggunakannya untuk transportasi sehari-hari.

Ya, memilki body berbahan kayu, mobil legend di Bangka itu bernama Pownis.

Seperti apa sejarah Pownis sebenarnya?

Pownis adalah sebuah nama yang diberikan untuk mobil bus berbahan kayu yang berasal dari Bangka Belitung.

Tak banyak anak zaman sekarang yang mengetahui tentang Pownis.

Dulunya, sekira 1960 sampai 1990 an, kendaraan tersebut sangat eksis di Bangka Belitung sebagai angkutan umum, terutama untuk rute Pangkalpinang dan Sungailiat.

Nama Pownis sendiri berasal dari singkatan 'Perusahaan Oto Warga Negara Indonesia Sungailiat'.

Oto merupakan sebutan untuk mobil dalam bahasa Bangka Belitung.

Zahriati bersama genk elsasimarina mengabadikan foto di bus pownis, properti yang disediakan dalam acara reuni akbar SMA Negeri 1 Pangkalpinang, Sabtu (27/10/2018)
Zahriati bersama genk elsasimarina mengabadikan foto di bus pownis, properti yang disediakan dalam acara reuni akbar SMA Negeri 1 Pangkalpinang, Sabtu (27/10/2018) (Bangkapos/irakurniati)

Sayangnya, sekarang ini mobil Pownis sangat susah dijumpai bahkan terbilang sangat langka.

Hingga saat ini, diketahui hanya terdapat 2 unit mobil Pownis saja yang masih beroperasi.

Kedua mobil tersebut berada di Museum Timah Indonesia yang terletak di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Kepala Museum Timah Indonesia, M. Taufik menyampaikan bahwa kedua mobil Pownis tersebut masih beroperasi sampai sekarang.

"Masih beroperasi sampai sekarang, tpi khusus untuk wisata seperti city tour saja," jelas Taufik.

Dengan kombinasi warna merah, hitam dan cream, kedua mobil tersebut terparkir rapi dipekarangan Museum Timah Indonesia.

inilah angkutan langka di Pulau Bangka, yang saat ini mulai digalkan sebagai angkutan bagi wisatawan yang akan keliling di tempat bersejarah di Pangkalpinang dan sekitarnya. (bangkapos.com/dokumentasi)
Diproduksi sekitar tahun 1987, mobil Pownis dapat mengangkut hingga 25 penumpang.

Taufik menjelaskan mobil Pownis awalnya berasal dari truk PS 100 yang dimodifikasi menjadi mini bus berbahan kayu.

Kayu yang digunakan juga bukan kayu sembarang, Taufik menyebutkan bahwa kayu yang dipakai untuk membuat body Pownis adalah kayu khas Bangka Belitung yang terkenal kuat dan tahan terhadap cuaca.

Adapun jenis kayu yang digunakan antara lain adalah kayu ubak, kayu mendang dan kayu mentangor.

Pownis sendiri mulai dioperasikan sebagai kendaraan wisata atau city tour Museum Timah Indonesia sejak tahun 2016.

inilah angkutan langka di Pulau Bangka, yang saat ini mulai digalkan sebagai angkutan bagi wisatawan yang akan keliling di tempat bersejarah di Pangkalpinang dan sekitarnya.
inilah angkutan langka di Pulau Bangka, yang saat ini mulai digalkan sebagai angkutan bagi wisatawan yang akan keliling di tempat bersejarah di Pangkalpinang dan sekitarnya. (bangkapos.com/Agus Nuryadhyn)

Taufik mengatakan bahwa kendaraan tersebut merupakan sumbangan dari PT. Timah Tbk untuk menarik pengunjung ke Museum Timah Indonesia agar tertarik dengan wisata sejarah yang di Pangkalpinang.

Ia menyampaikan kepada masyarakat yang ingin bernostalgia dengan Pownis, tidak perlu khawatir masalah biaya alias gratis.

"Gratis bagi yang ingin berwisata dan berkeliling-keliling kota Pangkalpinang," ucap Taufik.

Meski begitu ia tetap menghimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di Museum Timah Indonesia.

( Bangkapos.com/ Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved