Breaking News:

Berita Sungailiat

Stok Terakhir Vaksin Bangka Digunakan di Kejari Sungailiat, Agustus Masuk Lagi

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bangka Boy Yandra memastikan stok vaksin dosis pertama covid 19 di Kabupaten Bangka habis.

Penulis: deddy_marjaya | Editor: El Tjandring
Dok/Boy Yandra
Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bangka Boy Yandra memastikan stok vaksin dosis pertama covid 19 di Kabupaten Bangka habis.

Dia mengatakan, stok terakhir sebanyak 150 dosis akan digunakan di gerai vaksin di Kejaksaan Negeri Sungailiat, Jumat (9/7/2021).

"Terakhir stok vaksin pertama kita digunakan di Kejari Sungailiat dimana sebanyak 100 orang yang divaksin pegawai Kajari Sungailiat dan 50 masyarakat umum," kata Boy Yandra.

Namun untuk vaksin dosis kedua, Boy memastikan stoknya melimpah sesuai dengan jumlah vaksin pertama yang dikeluarkan. Jadi bagi warga yang telah melaksanakan vaksin 1 agar kembali vaksin 2 sesuai waktu yang dijadwalkan petugas.

"Vaksin 2 kita masih ada silakan yang telah vaksin 1 untuk kembali vaksin sesuai jadwal dengan masa rentang 28 hari," kata Boy Yandra.

Boy Yandra menjelaskan bagi masyakarat yang akan ikut vaksin 1 diharapkan bersabar. Diperkirakan Kabupaten Bangka akan kembali mendapatkan jatah vaksin kiriman Kemenkes RI pada bulan Agustus 2022.

Ia memastikan seluruh masyakarat akan divaksin namun tetap secara bertahap tergantung pengiriman stok vaksin dari pusat.

"Diperkirakan stok pengiriman vaksin dari pusat untuk Bangka akan tiba Bulan Agustus mendatang kita minta masyarakat bersabar kita akan layani semua semua bertahap namun tetap tergantung stok vaksin dari pusat," kata Boy Yandra.

Boy Yandra tak menepis lonjakan permintaan vaksin dari masyarakat salah satunya dampak dari persyaratan masuk ke Pulau Jawa-Bali yang mewajibkan warga keluar masuk membawa kartu vaksin dan PCR.

"Benar itu salah satunya karena masuk Jawa-Bali telah divaksin Covid-19 termasuk harus PCR sebagai syaratnya sehinggga terjadi lonjakan masyarakat untuk ikut vaksin," kata Boy Yandra.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved