Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Tidak Ada Fasilitas PCR, Hotel-hotel di Belitung Sepi Pengunjung

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali turut mengimbas industri perhotelan di Belitung.

Penulis: tidakada001 | Editor: fitriadi
Istimewa/Nawawi
Wasekjen DPP IHGMA sekaligus General Manager Lor In Belitung Hotel & Resort Nawawi. 

BANGKAPOS.COM - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali turut mengimbas industri perhotelan di Belitung.

Apalagi per 5 Juli 2021, penumpang moda transportasi darat, laut dan udara wajib memiliki sertifikat vaksin dan hasil RT-PCR yang berlaku 2x24 jam.

“Yang bermasalah saat masuk ke Pulau Jawa harus PCR, sedangkan di Belitung tidak tersedia alat PCR bagi umum. Apalagi berlakunya PCR hanya 2x24 jam, sehingga orang yang mau ke Jakarta karena penerbangan dari Be­litung hanya ke Jakarta, selain Pangkalpinang, tidak bisa di sini,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Internatio­nal Hotel General Manager Association (DPP IHGMA) Nawawi, Kamis (8/7).

“Kalau PCR di Bangka pun harus 3-4 hari dari pengambilan sampel, sehingga saat surat itu datang pun PCR tidak bisa dipakai di bandara karena hanya berlaku 2x24 jam,” jelasnya.

Makanya memang dari 5 Juli 2021, maskapai seca­ra beruntun sudah mulai membatalkan penerbangan karena tidak banyak penumpang. Sehingga perhotelan juga tak bisa mengharapkan tamu dari luar daerah. Jika ada, hanya menginap satu malam saja.

Kondisi ini terjadi secara keseluruhan di hotel-hotel di Belitung. Rata-rata tingkat hunian atau okupansi di bawah 8 persen atau rata-rata di bawah 15 kamar.

“Itu di hari biasa. Kalau weekend kayak kemarin tidak ngangkat, mudah-mudahan sih weekend kedua ini bisa ada perubahan. Walau sepertinya sangat sulit karena local market tidak maksimal. Itu salah satunya,” ucap pria yang juga General Ma­nager Lor In Belitung Hotels & Resort ini.

Menurutnya, tingkat hunian hotel di Belitung 80 persennya mengharapkan pengunjung dari Jakarta. Hanya sebagian kecil pasar lokal Bangka Belitung.

Ia mengharapkan peme­rintah daerah kabupaten dan provinsi dapat memberikan fasilitas PCR untuk masyarakat umum.

“Walaupun bayar tapi tidak mahal banget Rp400-500 ribu maksimal, mungkin ada harapan, kalau free lebih bagus tapi tidak mungkin,” tambah dia.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved