Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Satgas Covid-19 Bangka Belitung Ungkap Warga Tak Patuh saat Isolasi Mandiri, Danrem Minta Dievaluasi

Satu diantara pemicu masifnya penularan Covid-19 di Bangka Belitung akhir-akhir ini adalah tidak disiplinnya warga saat isolasi mandiri di rumah.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat saat berbincang dengan Septia Wulandari, warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung mengungkap beberapa kemungkinan penyebab masifnya penularan Covid-19 di sejumlah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhir-akhir ini.

Satu diantara pemicu tersebut adalah tidak disiplinnya warga saat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Masalah ini semakin bertambah karena ketidakpedulian masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap orang yang positif Covid-19.

Lemahnya kesadaran warga saat menjalani isolasi mandiri jadi sorotan Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto saat rapat evaluasi penanganan Covid-19 dan implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Gedung Rupattama Polda Bangka Belitung, Jumat (9/7/2021.

Rapat ini dihadiri Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DR dr Maxi Rein Rondonuwu, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Wakajati, Kabinda, Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung dan Forkopimda kabupaten/kota melalui media zoom meeting.

Dandrem menilai, kebijakan isolasi mandiri perlu dievaluasi karena korban meninggal semakin bertambah.

Menurutnya, korban terinfeksi Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri pada umumnya di awa ke rumah sakit sudah dalam keadaan parah.

"Sehingga hal ini perlu dievaluasi bersama agar jiwa orang yang sakit (terpapar Covid 19-red) dapat terselamatkan," kata M Jangkung Widyanto.

Menurutnya, perlu adanya rumusan serta kajian untuk mencari mekanisme yang baik guna meminimalisir penyebaran Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang. Begitu juga pelaksanaan ibadah dan penyembelihan hewan kurban.

"Menghadapi hari raya Idul Adha perlu dirumuskan dan dikaji bersama seperti apa mekanismenya supaya angka dan laju Covid ini tidak berkembang," harap Danrem.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved