Bangka Pos Hari Ini
Swab Massal di Kecamatan Belinyu, Dapatkan Warga Positif Covid-19
Tiga warga Kecamatan Belinyu meninggal dunia usai terkonfirmasi positif Covid-19. Tiga warga yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan.
BELINYU, BANGKAPOS.COM - Tiga warga Kecamatan Belinyu meninggal dunia usai terkonfirmasi positif Covid-19. Tiga warga yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan antara lain F (79) warga Kuto Panji, E (67) warga Bukit Ketok dan ET (36) warga Gunung Muda.
Juru Bicara Gugus Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bangka Boy Yandra mengatakan ketiga memiliki riwayat kontak erat dengan transmisi lokal keluarga yang positif Covid-19.
Boy Yandra menuturkan, F yang meninggal di Puskesmas Belinyu sebelumnya memiliki gejala seluruh tubuh sakit dan transmisi kontak erat menjadi klaster keluarga.
Selanjutnya E (67), warga Bukit Ketok Belinyu dengan gejala demam, batuk, pilek serta riwayat jantung dirawat dan meninggal di RSBT Pangkalpinang. Terakhir ET (36) warga Gunung Muda Belinyu meninggal di RSUP Soekarno.
“Ketiganya telah dimakamkan di TPU dengan prosedur penanganan Covid-19 menggunakan APD lengkap,” kata Boy Yandra.
Ditambahkannya, Kabupaten Bangka menambah 46 orang positif Covid-19, sembuh 36 dan meninggal dunia 3 orang. Termasuk ada dua balita antara lain RM (2) riwayat perjalanan ke Bandung warga Kace Mendobarat dan ZDA (2,5) warga Baturusa Merawang transmisi lokal kontak erat dengan keluarga.
Secara keseluruhan Kabupaten Bangka sudah 4.966 orang positif Covid-19, 4.509 orang sembuh, 88 orang meninggal dunia dan yang masih dirawat dirawat 369 orang.
“Kembali meningkat hari ini semoga menjadi perhatian masyarakat agar benar-benar menerapkan prokes dalam beraktivitas,” harapnya.
Saat ini Kecamatan Belinyu menjadi perhatian utama karena meningkatnya penularan Covid-19. Untuk itu telah dilaksanakan swab massal di sejumlah tempat dan memang mendapati lagi warga positif Covid-19.
Antara lain di Pesaren sebanyak 107 orang dan mendapati 18 warga positif Covid-19.
Sedangkan di Kuto Panji, rapid antigen dilakukan untuk 64 orang dan yang positif 8 orang. Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Belinyu.
“Terus kita laksanakan 3T di Belinyu karena beberapa hari ini ada peningkatan warga positif Covid-19,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bangka dr Then Suyanti mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi apakah masyarakat yang tertular dari varian baru Corona, sebab untuk memastikan hal tersebut berdasarkan hasil PCR dan Lab.
Sedangkan untuk PCR yang melakukan pemeriksan adalah pihak Labkesda Provinsi.
“Sejauh ini belum ada informasi apakah penularan di Belinyu dari varian baru atau bukan silakan konfirmasi pihak Labkesda yang lebih berwenang,” kata dr Then. (die)
Stok Vaksin Pertama Habis
STOK vaksin pertama atau vaksin 1 Covid-19 di Kabupaten Bangka habis.
Stok terakhir untuk 150 orang digunakan saat dibuka gerai vaksinasi di Kejaksaan Negeri Sungailiat.
Terdiri dari 100 orang pegawai dan keluarga besar Kejari Sungailiat dan 50 orang masyakarat umum.
“Terakhir stok vaksin pertama kita digunakan di Kejari Sungailiat dimana sebanyak 100 orang yang divaksin pegawai Kajari Sungailiat dan 50 masyarakat umum,” kata Boy Yandra.
Namun untuk vaksin kedua atau vaksin 2 dipastikan masih cukup banyak sesuai dengan jumlah vaksin pertama yang dikeluarkan. Jadi bagi warga yang telah melaksanakan vaksin 1 agar kembali vaksin 2 sesuai waktu yang dijadwalkan petugas.
“Vaksin 2 kita masih ada silakan yang telah vaksin 1 untuk kembali vaksin sesuai jadwal dengan massa rentang 28 hari,” kata Boy Yandra.
Boy Yandra menjelaskan bagi masyakarat yang akan ikut vaksin 1 diharapkan bersabar.
Diperkirakan Kabupaten Bangka akan kembali mendapatkan jatah vaksin kiriman Kemenkes RI pada bulan Agustus 2022.
Dipastikan nantinya seluruh masyakarat akan divaksin namun tetap secara bertahap tergantung pengiriman stok vaksin dari pusat. (die)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210710-jubir-gugus-tugas-covid-19-kabupaten-bangka-boy-yandra.jpg)