Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Hari Pertama Sekolah di Bangka Selatan, Siswa Tetap Masuk untuk Pengenalan dan Input Nomor Telepon

Tahun ajaran baru tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTs se-Kabupaten Bangka Selatan akan dimulai pada esok hari, Senin (11/07/2021).

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Sumadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tahun ajaran baru tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTs se-Kabupaten Bangka Selatan akan dimulai pada esok hari, Senin (11/07/2021).

Guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan tetap memberlakukan kebijakan sekolah melalui sistem dalam jaringan atau belajar dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Sumadi saat dihubungi Bangkapos.com, menyatakan tahun ajaran kali ini masih tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain menerapkan sistem daring atau belajar dari rumah, pihaknya juga akan menerapkan kebijakan belajar tatap muka secara terbatas.

Lebih rinci Sumadi menyebutkan jika esok hari, Senin (12/07/2021) sebagai hari pertama sekolah maka peserta didik baru baik di tingkat PAUD, SD/sederajat hingga SMP/sederajat tetap masuk sekolah.

"Sesuai dengan kebijakan yang telah kami ambil maka besok itu para siswa tetap masuk untuk mengatur kelas, mengisi identitas hingga pengumpulan nomor telepon untuk keperluan sekolah dengan sistem daring. Tetapi keesokan harinya yaitu pada Selasa (13/07/2021) siswa akan mulai orientasi sekolah dan persiapan-persiapan belajar dengan sistem daring atau online," jelas Sumadi pada Minggu (11/7/2021) malam.

Nantinya lanjut Sumadi, yakni pada Senin (19/7/2021) para siswa akan kembali melakukan kegiatan sekolah seperti biasanya atau disebut dengan tatap muka terbatas.

"Tanggal 19 Juli 2021 nantinya para siswa akan masuk sekolah seperti biasanya dengan tatap muka terbatas dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Sumadi.

Nantinya dalam pelaksanaan tatap muka terbatas maka dalam satu kelas hanya memuat sebanyak 50% dari total siswa di setiap kelasnya demi tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Untuk pembelajaran di dalam kelas kami menerapkan kapasitas 50% dari jumlah siswa sehingga tidak berkumpul dan dengan sistem bergantian sehingga siswa tidak berkumpul di dalam kelas maupun di luar kelas," jelas Sumadi.

Sumadi menambahkan dalam setiap minggunya, pihaknya akan terus melakukan evaluasi sehingga proses pembelajaran secara tatap muka terbatas tetap maksimal tanpa adanya peningkatan kasus.

Ia juga menyebutkan jika memang ada peningkatan kasus selama tatap muka terbatas digelar, maka pihaknya akan mengambil kebijakan dengan menghentikan kegiatan belajar tatap muka terbatas tersebut.

(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved