Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Positif Covid-19, 21 Siswa SMKN 2 Sungailiat Tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Begini Kondisinya

Sebanyak 21 siswa SMKN 2 Sungailiat harus masuk karantina Wisma Atlet Jakarta, karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Ist/Satgas Covid-19 Bangka
Terlihat 21 siswa SMK 2 Sungailiat yang terkonfirmasi positif Covid-19 berada di Bandara Sokerno Hatta, sebelum akhirnya dimasuk ke Wisma Karantina Atlet Jakarta, pada Minggu (11/7/2021) sore tadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA ---Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa, menyampaikan sebanyak 21 siswa  SMK 2 Sungailiat dan satu guru pembina harus masuk karantina Wisma Atlet Jakarta, karena terkonfirmasi positif Covid-19 setelah hasil positif Swab PCR di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (10/07/2021) kemarin.

Mikron, menerangkan keberangkan puluhan siswa ini dilakukan sejak 19 Juni 2021 lalu, terdiri dari 27 siswa dan 3 guru pendamping melakukan perjalanan ke Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dengan tujuan mengambil sertifikat pelayaran.

"Tujuan mereka ini ingin mengambil sertifikat pelayaran semuanya siswa SMK 2 Sungailiat, ketika ingin pulang pada Sabtu 10 Juli kemarin,  mereka melakukan swab, dari total 30 orang, 21 siswa positif Covid-19 dan satu guru pendamping," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, saat dikonfirmasi Minggu (11/7/2021) malam.

Mikron, menambahkan sebanyak 21 siswa dan satu guru pembina dinyatakan positif Covid-19 telah dikarantina di Wisma Atlet Jakarta, mulai Minggu (11/7/2021) sore tadi.

"Mereka ini sempat tidur di Bandara Soekarno Hatta malam tadi dan pagi tadi kita baru mendapatkan informasinya, pak gubernur langsung memerintah Satgas Covid-19 Babel, KKP dan BNPB untuk segera membantu menangani 21 siswa yang positif Covid-19 tersebut agar dapat dikarantina di Wisma Atlet," ungkap Mikron.

Mikron, mejelaskan kondisi ke 21 siswa yang positif Covid-19 diketahui tanpa gejala dan sudah mendapatkan penanganan di Wisma Atlet Jakarta. Kondisi mereka akan dipantau hingga beberapa hari kedepan.

"Jadi 22 orang itu terdiri dari 21 siswa dan 1 guru pendamping masih di jakarta sekarang, karena ini perintah gubernur segera ditindak lanjuti, kami segera bergerak langsung untuk antisipasi dengan berkoordinasi perwakilan di Jakarta agar mereka dapat terlayani," kata Mikron.

Sementara, untuk delapan terdiri dari siswa dan pembina lainya yang hasilnya negatif Covid-19 sudah kembali ke Pulau Bangka, mereka melakukan isolasi secara mandiri dan home care hingga lima hari kedepan.

"Perintah pak gubernur mereka yang negatif tersebut diminta diisolasi mandiri, ia sudah memerintahkan kepala dinas pendidikan menghubungi kepala sekolah mencari siswa yang datang itu untuk dilakukan karantina isolasi mandiri. Hingga lima hari kedepan, kemudian dites swab PCR kembali, karena mereka ini kontak erat," tegasnya.

Dengan temuan kasus tersebut, Mikron mengatakan warga Bangka Belitungyang ingin berpergian ke pulau Jawa dan Bali harus lebih berhati-hati dengan melihat kondisi PPKM Darurat saat ini.

"Yang jelas melihat situasi kasus signifikan di Jawa Bali artinya dengan varian baru yang sudah ada di Jawa Bali penyebaran lebih cepat, sehingga harus lebih berhati-hati, apabila harus pergi ke sana, kalaupun memang terdesak lakukan prokes ketat dan tesnya harus benar-benar tes swab PCR," tegas Mikron.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved