Breaking News:

Berita Pangkalpinang

DPRD Babel Usulkan Tiga Raperda Inisiatif, Termasuk Bangunan Berarsitektur Khas Serumpun Sebalai

DPRD Bangka Belitung Mengusulkan adanya bangunan dengan arsitektur khas Serumpun Sebalai.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Saat Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Bangka Belitung Tahun Anggaran 2020 bertempat di ruang rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (12/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bangka Belitung, Nico Plamonia Utama menyampaikan tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) insiatif.

Satu di antara, terkait arsitektur bangunan berciri khas Serumpun Sebalai, hal ini karena Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai satu di antara daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya.

"Kepulauan Babel memiliki semboyan serumpun sebalai yang merupaka cermin sebuah eksistensi masyarakat Babel dengan kesadaran tetap menjadi keluarga besar manusia pembangunan yang dalam perjuangan dan proses kehidupannya. Dengan semboyan Serumpun Sebalai akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan persatuan yang kuat," ujar Nico saat rapat paripurna di Kantor DPRD Babel, Senin (12/7/2021).

Dia juga menyinggung, kekayaan budaya di Babel adalah seni bina bangunan, yang berciri khas melayu bahkan masa penjajahan yang pernah dialami Babel juga meninggalkan banyak bangunan berarsitektur kolonial Eropa dan China.

"Peraturan daerah ini sebagai landasan kebijakan dalam menetapkan bangunan berciri khas melayu di Babel yang meliputi elemen bangunan serta menata penerapan dan pengendalian bangunan yang meliputi perizinan, pengawasan dan pengenaan sanksi administrasi yang kewenangannya berada pada pemerintah daerah. Harapan agar raperda ini dapat dibahas dan disahkan sebagaimana meskinya," kata Nico.

Selain itu, ada pun dua raperda yang disampaikan meliputi raperda tentang penyelenggaraan kearsipan dan raperda tentang pemberdayaan pondok pesantren dan sekolah keagamaan.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyambut baik perihal tiga raperda yang dimaksud dan memang sudah tercantum di dalam Propemperda Provinsi Babel Tahun 2021.

"Guna mendukung optimalisasi pembahasan ketiga raperda, kami akan mengarahkan OPD terkait agar dapat mengawal serta menyiapkan berbagai keperluan baik data dan informasi perihal penguatan substansi materi dari ketiga raperda agar pembahasan di tingkat pansus bisa berjalan lancar dan lebih maksimal," kata Erzaldi.

Selain itu, orang nomor satu di Bangka Belitung ini juga mengatakan pihak eksekutif telah menarik kembali enam rapeda yang sebelumnya sudah tercantum di dalam program pembentukan perda (Propemperda) Babel 2021 meliputi:

1. Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Tata Ruang Wilayah 2014-2034.
2. Raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis provinsi kawasan industri dan Pelabuhan Sadai Kabupaten Bangka Selatan.
3. Raperda tentang penyertaan modal pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera.
4. Raperda tentang irigasi
5. Raperda tentang sempadan sungai.
6. Rapeda tentang rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Dengan dasar pertimbangan efektivitas dan efisiensi maka dari itu terhadap 6 Raperda dimaksud menurut hemat kami belum dapat kami ajukan untuk dilakukan pembahasan bersama pihak DPRD mengingat dalam proses persiapannya dulu substansi materi dari 6 Raperda tersebut sama sekali belum berpedoman dan mencerminkan amanah dari UU Cipta Kerja sehingga masih harus dilakukan beberapa treatment dan penyesuaian," kata Erzaldi.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved