Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hasil Tes Kedua Negatif, 13 Siswa SMKN 2 Sungailiat yang Sempat Tertahan di Bandara Dipulangkan  

Sebanyak 13 siswa dari total 22 siswa SMK Negeri 2 Sungailiat yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta karena positif Covid-19, pada Sabtu (10/7/2021)

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kabid Pembina SMK Dinas Pendidikan Babel, Saipul Bakhri. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sebanyak 13 siswa dari total 22 siswa SMK Negeri 2 Sungailiat yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta karena positif Covid-19, pada Sabtu (10/7/2021) kemarin, telah diizinkan untuk kembali ke Bangka Belitung pada Senin (12/7/2021) hari ini.

Pemulangan ke 13 siswa ini dikarenakan hasil tes Swab PCR kedua menunjukkan negatif Covid-19.

"Sebanyak 13 siswa dinyatakan negatif Covid-19 dan bisa dipulangkan ke Babel berdasarkan informasi dari pihak sekolah malam tadi. Sementara 9 siswa yang masih positif dikarantina di Wisma Atlet Jakarta,"ujar Kabid Pembina SMK Dinas Pendidikan Babel, Saipul Bakhri kepada Bangkapos.com, Senin (12/7/2021).

Saipul, mengatakan awalnya siswa yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 22 orang karena hasil swab PCR positif Covid-19 ketika melukan tes sebelum keberangkatan pulang ke Bangka Belitung dari aktivitas mengambil buku dan sertifikat pelaut di Cirebon, Jawa Barat.

"Mereka ini semuanya siswa aktif kelas 11 yang ingin naik ke kelas 12. Bahwa salah satu persyaratan anak dalam program kemaritiman mensyaratkan buku pelaut dan sertifikat. 

Tetapi, kendala kita di Babel harus mendapatkan sertifikat itu anak-anak harus pergi ke luar pulau Babel, di Badan Diklat Simenjaya Cirebon, SMKN 2 Sungailiat ada bekerjasama,"katanya.

Saipul, mengatakan keberangkatan siswa SMKN 2 Sungailiat tersebut telah mendapatkan izin dari kantor Dinas Pendidikan Cabang Bangka dan berangkat pada 29 Juni 2021 sebelum pemberlakuan PPKM Darurat.

"Pihak sekolah SMKN 2 Sungailiat telah memberangkatkan gurunya ke Jakarta untuk dapat mengawasi kondisi 9 siswa yang dikarantina di wisma atlet Jakarta,  menguatkan mental anak jangan sampai down,"jelasnya.

Kemudian untuk 13 siswa yang kembali ke Bangka Belitung, kata Sipul, diwajibkan melakukan isolasi mandiri (isoman) untuk mengantisipasi bebas dari terjangkit Covid-19.

"Mereka diharuskan karantina mandiri, kita harapkan pihak sekolah melakukan itu, terhadap 13 siswa yang kembali. Ini juga disarankan oleh Satgas Covid-19 agar jangan sampai masyarakat terpapar, atau terbentuk klaster varian baru Covid-19, sehingga harus dilakukan antisipasi dengan isolasi mandiri,"tegasnya.

Saipul menegaskan, dengan kejadian tertahanya puluhan siswa SMK asal Babel karena positif Covid-19, membuat Dinas Pendidikan Babel melakukan evaluasi terhadap izin kebijakan siswa yang ingin berpergian ke luar Babel di tengah kondisi meningkatnya Covid-19.

"Kita tetap mengutamakan keselamatan peserta didik kami anggap lebih baik mencegah karena dampaknya pada masyarakat luas. Sehingga apabila lain waktu kita akan melakukan koordinasi dengan sekolah, untuk anak-anak jangan dikirim dahulu untuk praktik atau mengambil sertifikasi dan lainya keluar Babel,"jelasnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved