Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Kejari Bangka Barat Peduli Pendidikan, Hari Bhakti Adhyaksa Berburu Siswa SD Kurang Mampu

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat melaksanakan Program Jaksa Peduli dan Jaksa Peduli Anak untuk meningkatkan kualitas pendidikan

Penulis: tidakada006 | Editor: Agus Nuryadhyn
Istimewa/Kejari Bangka Barat
Kejari Bangka Barat menggelar kegiatan berbagi buku dan alat tulis baru di Kantor Desa Pebuar, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKA POS.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat melaksanakan Program Jaksa Peduli dan Jaksa Peduli Anak untuk meningkatkan kualitas pendidikan saat memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-61.

Diwakili Kasi Intel Kejari Bangka Barat, Mario Nicolas melakukan kegiatan Berburu (Berbagi Buku dan Alat Tulis Baru) untuk siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 SD yang kurang mampu di Desa Pebuar, Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat.

Selain itu program tersebut juga sebagai realisasi program kerja Bujang Dayang Bangka Barat yang dilaksanakan di Kantor Desa Pebuar.

“Terlepas dari permasalahan yang sedang dihadapi negara kita terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini, pendidikan tetap harus menjadi prioritas yang utama bagi pemerintah. Hal ini karena kemajuan sebuah negara terkait erat, dengan kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah tersebut,” ujar Mario, Jumat (9/7).

Hak memperoleh pendidikan diketahui telah digariskan secara yuridis dalam batang tubuh Undang-undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 31 ayat 1 dan 2:1. Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang.

Selain itu juga terdapat dalam penjelasan, Undang-undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional.

Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

“Diharapkan dengan diadakannya kegiatan tersebut dapat membantu meringankan beban siswa-siswi yang kurang mampu, terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini agar dapat tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan dan menggapai cita-cita setinggi-tingginya mengingat pentingnya pendidikan sejak usia dini,” jelasnya.

Selain itu Mario mengatakan anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi hak-haknya, terutama dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

“Ini berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No.39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia yang mencantumkan hak anak, dalam memperoleh pendidikan yaitu pada Pasal 60 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya,” tuturnya. (riz)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved