Breaking News:

Media Singapura Tulis Orang Indonesia Terburu-buru Beli Obat Antiparasit untuk Menyembuhkan Covid-19

Media Singapura Tulis Orang Indonesia Terburu-buru Beli Obat Antiparasit untuk Menyembuhkan Covid-19

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
Shutterstock
Ivermectin, obat yang disebut bisa untuk terapi penyembuhan Covid-19. 

Mr Iman Sjafei, salah satu pendiri outlet media populer Indonesia Asumsi, menggunakan platform yang sama untuk mengatakan lima kenalannya telah pulih dari Covid-19 setelah minum obat. "Mungkin plasebo. Mungkin. Tapi mungkin juga benar," tambahnya.

Sylvie Bernadi, yang tinggal di pinggiran Jakarta, mengatakan dia membeli ivermectin untuk kerabat yang terinfeksi setelah melihat pesan WhatsApp dan posting media sosial yang mempromosikan obat tersebut.

"Banyak orang mengatakan itu dapat menyembuhkan Covid-19, jadi saya membelinya," kata pria berusia 66 tahun itu, sambil mengakui bahwa beberapa orang telah menyuarakan kekhawatiran tentang efek samping yang tidak ditentukan.

Dipicu oleh teori konspirasi anti-vaksin dan pandemi online, telah terjadi lonjakan permintaan obat dari Brasil ke Afrika Selatan hingga Lebanon.

Tetapi pabrikan Merck mengatakan "tidak ada dasar ilmiah untuk efek terapeutik potensial terhadap Covid-19" dan memperingatkan kemungkinan masalah keamanan jika obat tersebut diberikan secara tidak tepat.

Para ilmuwan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa regulator obat - termasuk Indonesia sendiri - juga telah menekankan bahwa ada kurangnya bukti yang kredibel untuk menunjukkan obat itu bekerja melawan Covid-19.

Itu tidak menghentikan taipan dan menteri pemerintah Indonesia Erick Thohir untuk memuji ivermectin dan mendesak produksi dalam negeri untuk memerangi wabah saat ini.

Seorang mantan pemilik juara sepak bola Italia Inter Milan dan pemegang saham waralaba bola basket Amerika Philadelphia 76ers, Mr Thohir baru-baru ini menyarankan agar raksasa obat milik negara Indofarma dapat memproduksi hingga empat juta tablet ivermectin sebulan.

Sementara dia mengatakan lebih banyak pengujian diperlukan untuk memastikan keefektifannya terhadap Covid-19 dan mendesak pengguna untuk mendapatkan resep sebelum mengambil tablet, yang lain menunjukkan kurang hati-hati.

"Saya bukan dokter, tetapi di tengah keputusasaan dan kesulitan, saya pikir apa pun patut dicoba," kata Susi Pudjiastuti, mantan menteri perikanan yang populer, yang memiliki 2,5 juta pengikut di Twitter.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved