Breaking News:

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat Terlarang, Buat Kepentingan Medis, Bagaimana Sikap Indonesia?

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat Terlarang, Buat Kepentingan Medis, Bagaimana Sikap Indonesia?

Editor: M Zulkodri
rezkrr
ganja rastafarian 

BANGKAPOS.COM---Pada awal Desember lalu, Komisi Narkotika PBB (CND) melakukan pemungutan suara terkait legitimasi ganja dalam dunia medis.

Berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut, PBB akhirnya pun memutuskan untuk

menghapus ganja dari daftar obat-obatan berbahaya pada Rabu (3/12/2020).

Keputusan ini juga dianggap sejalan dengan adanya temuan dan riset yang menyatakan jika ganja memiliki efek terapeutik.

Sebelum dilakukan pemungutan suara pada awal Desember ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan enam rekomendasi pada 2019 untuk

meninjau ulang ganja beserta turunannya yang diatur dalam The 1961 Single Convention on Narcotic Drugs.

Melansir Forbes, adanya rekomendasi untuk meninjau ganja tersebut kemudian direspons dengan melakukan pertemuan di Wina, Austria pada awal Oktober 2020.

Terdapat perbedaan tipis dari hasil voting yang dilakukan PBB, yaitu 27/25.

Para pendukung penghapusan ganja dari daftar obat terlarang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

Negara-negara yang menolak ganja dijadikan sebagai obat medis adalah Cina, Mesir, Pakistan, Nigeria, dan Rusia.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved